Guru Cerdas Bermedia Sosial
Oleh karena itu penting bagi guru membuat konten bermakna, konten yang bisa menghadirkan inspirasi dan edukasi bagi penonton channelnya.
Lalu Bagaimana Ciri Konten Bermakna bagi Guru?
1) terencana pada setiap tahap-tahapnya, 2) fokus pada materi atau pembahasan tertentu, 3) menumbuhkan wawasan dan pengetahuan, 4) meningkatkan keterampilan dan memfasilitasi pembelajaran yang dinamis serta 5) menginspirasi pengguna.
Terlebih dengan membuat konten bermakna, guru mampu menguatkan perannya dalam memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari pengajaran dan pendidikan bukan hanya kepada muridnya namun juga khalayak ramai seperti yang dilakukan oleh Mbah Melan, Mbah Guru Matematika Tik-Tok.
2. Paham Posisi Diri
Saat ini tak jarang guru yang membuat konten di media sosial tidak memperhatikan posisi dirinya. Seperti yang baru viral beberapa waktu lalu, seorang guru dengan seragam lengkap berjoged di depan kamera bersama rekannya di ruang guru.
Atau ketika guru membuat konten joget-joget bersama siswa di kelas dan diakhiri tindakan kurang sopan yang kemudian viral dan mendapat beragam komentar dari warganet.
Pada posisi tersebut harusnya guru memahami dan dapat memilah bagaimana seyogyanya ketika akan membuat konten sehingga dapat memisahkan antara ruang profesi dan kehidupan pribadinya.
Tak pantas jika seorang guru dengan seragam lengkap atau sedang mengajar di ruang kelas membuat konten jedag-jeduk atau joget-joget yang nihil kebermaknaan sehingga dapat mencederai maruah dan martabat profesi guru.
Jika hal tersebut terus dilakukan tak pelak ungkapan yang mengatakan “guru kencing berdiri dan siswa kencing berlari” akan benar-benar terjadi.
3. Kritis
Tak kalah penting seorang guru dalam membuat konten media sosial haruslah kritis. kritis di sini bisa saja menyoroti persoalan-persoalan yang terjadi di dunia pendidikan dengan memberikan solusi dan pemecahan masalahnya.
Sikap Kritis tersebut selain dapat dituangkan dalam bentuk creator content juga bisa dibagikan sebagai content writer dengan menuliskan kegelisahanya sang guru.
Hal itu dilakukan selain untuk menginspirasi dan mencerahkan banyak orang juga digunakan sebagai pengingat dan cambuk bagi diri guru sendiri akan keprofesiannya.
Pilihan saat ini ada di tangan guru, salam cerdas bermedia sosial.
Penulis merupakan pengajar di SMPN 2 Tukak Sadai, Bangka Selatan.
