Mayor Teddy Naik Letkol, Lampaui Teman Seangkatan Peraih Adhimakayasa, Kapten Hendrik
Kata TB Hasanuddin, kenaikan pangkat Teddy itu didasari oleh surat perintah, bukan surat keputusan.
Menurutnya, kenaikan pangkat militer pada umumnya dilakukan dua periode dalam satu tahun, yaitu pada tanggal 1 April dan 1 Oktober, kecuali untuk para perwira tinggi TNI, yang mana dapat dinaikkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
Kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) biasanya diberikan kepada para prajurit yang berprestasi dan menunjukkan keberanian yang luar biasa di medan pertempuran.
TB Hasanuddin berpandangan, kenaikan pangkat untuk Teddy ini tidak sesuai aturan. “Kenaikan pangkat untuk Mayor Teddy menjadi letkol itu sepertinya tidak sesuai dengan aturan yang biasa,” tuturnya.
Selain itu, purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir jenderal bintang dua ini juga mengaku baru mendengar istilah kenaikan pangkat reguler percepatan (KPRP). Dia lantas mempertanyakan apakah kenaikan pangkat reguler percepatan ini hanya berlaku kepada Teddy, atau berlaku kepada semua prajurit TNI.
Sementara, Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, mengatakan selain itu kenaikan pangkat Teddy tersebut tidak didasarkan pada prestasi maupun merit system. “Imparsial memandang kenaikan pangkat Mayor Teddy menjadi Letkol sangatlah politis dan tidak didasarkan pada prestasi maupun merit system,” kata Ardi, Jumat (7/3/2025).
“Jangan salahkan apabila publik menilai bahwa kenaikan pangkat Mayor Teddy bukanlah berdasarkan prestasi merit system, tetapi cenderung berdasarkan politis,” ungkap dia.
Teman seangkatan Akmil Teddy, Hendrik Pardamean Hutagalung, peraih Adhimakayasa hingga kini baru berpangkat kapten.
Hendrik adalah Kapten TNI-AD yang berasal dari korps zeni.
Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2011 yang menerima penghargaan Adhi Makayasa dan Pedang Tri Sakti Wiratama yang diberikan langsung oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini Hendrik menjabat sebagai Pama Denma Mabesad (sedang mengikuti pendidikan S2 di The Australia National University).
Selain meraih penghargaan Adhi Makayasa, Hendrik juga menjadi lulusan terbaik Diklapa I di tahun 2011.
Sumber: medan.tribunews.com
