Mengelola Stres dalam Perspektif Islam
Sifat rahmat (Rahiim) bukan hanya diberikan kepada mereka yang beriman, tetapi juga termasuk mereka yang tidak beriman dan sering berbuat salah. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan:
أنا عند ظنّ عبدي بي
“Aku akan memperlakukan hamba-Ku sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku.” (HSR al-Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675)
Maka dari itu jangan pernah putus dari rahmat Allah, jangan mengeluh apalagi stres. Kelola stres yang kamu hadapi dengan pendekatan kepada-Nya bisa dengan salat, doa, zikir, baca Qura’n dan tawakkal. Mari jadikan setiap cobaan sebagai hikmah (pelajaran).
Berikut beberapa hikmah cobaan agar senantiasa husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah. Hikmah pertama, dijadikan ujian dan cobaan sebagai sebab untuk melihat ketaatan hamba-Nya. Karena Allah begitu mencintai hamba-Nya yang tetap beribadah dalam setiap keadaan.
Dalam keadaan senang mereka bersyukur namun jika ditimpa kesulitan mereka akan sabar. Lalu selanjutnya kita yakin bahwa Allah menjadikan ujian dan cobaan sebagai obat pembersih dari dosa-dosa.
Begitulah rahmat Allah berjalan boleh jadi ketika dosa masih ada dalam diri hamba-Nya akan menjadi sebab celaka, namun lewat penyakit, musibah yang terjadi Allah bersihkan dosa dan berikan pahala dengan syarat bersabar.
Masyaallah. Hikmah terakhir, Allah memberikan ujian dan cobaan sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba sehingga memperoleh surga.
Masyaallah, alangkah indahnya jika kita sebagai hamba senantiasa husnudzon kepada Allah. Semoga kita semua berusaha menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur dan bersabar. Wallahu a’lam bisshowab.
Penulis merupakan Pengajar Al-Qur’an di SDIT Alam Cahaya.
