Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani
Penulis: Rega Afriana, S.Pd.
Munculnya berbagai macam penyakit yang menimpa manusia, apalagi di zaman seperti sekarang ini, diakibatkan oleh kegelisahan, ketegangan jiwa, stres berat, dan pola makan yang tidak baik dan tidak teratur. Apalagi makan dan minum yang tidak memiliki gizi untuk tubuh kita.
Keresahan, kegelisahan, ketegangan jiwa, stres berat akan menyebabkan saraf menjadi tegang dan meningkatnya kecemasan, kemudian mempengaruhi saraf-saraf pada lambung, dalam medis hal-hal tersebut menyebabkan banyak penyakit pada pencernaan, luka lambung (maag), denyut jantung tidak normal, sukar tidur, dan pusing-pusing.
Seperti yang kita ketahui puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu. Pengertian lain menjelaskan bahwa puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat.
Dalam Islam puasa dilaksanakan pada bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat serta ampunan dan bulan yang sangat-sangat ditunggu umat muslim. Di bulan Ramadan umat muslim di penjuru dunia akan menunaikan ibadah puasa.
Puasa bagi umat muslim merupakan rukun Islam ketiga yang wajib dilaksanakan. Rasulullah Saw bersabda bahwa Islam didirikan dengan lima hal, di antaranya adalah dikerjakannya puasa di Bulan Ramadan.
Banyak sekali hikmah dan manfaat yang kita dapatkan apabila menjalaninya dengan sepenuh hati. Bukan sekadar manfaat secara spiritual, tapi juga secara jasmani dan rohani, bahkan beberapa penelitian menyebutkan berpuasa bisa menambah kecerdasan seseorang.
Manfaat puasa begitu banyak sekali bagi kita. Seperti menurut para ulama “Tidak semata-mata Allah SWT memerintahkan sesuatu kecuali hal itu bermanfaat bagi yang diperintah. Pun sebaliknya, Ketika Allah menetapkan larangan atas sesuatu, pasti hal itu akan berakibat buruk bagi diri yang dilarang”.
Setelah diteliti dan diamati dari data-data normatif agama yang valid dan fakta-fakta empiri dalam buku “Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis” karya Ahmad Syarifuddin, ditemukan bahwa puasa mengandung hikmah bagi kesehatan fisik maupun psikis.
Bahkan puasa tidak berimpilikasi merusak kesehatan rohani dan jasmani manusia selama dilaksanakan secara wajar dan memenuhi aturan hukumnya.
