Menurut WHO, kesehatan psikis manusia dirumuskan dalam beberapa hal, yaitu dapat bersikap secara konstruktif terhadap kenyataan meskipun kenyataan itu buruk, dapat memperoleh kepuasan dari perjuangan, merasa lebih puas memberi daripada menerima, bebas dari rasa tegang dan cemas, dapat berhubungan dengan lingkungan secara tolong menolong dan saling memuaskan, dapat menerima kekecewaan sebagai pelajaran, dapat menjuruskan rasa permusuhan pada penyelesaian secara kreatif dan konstruktif, dan dapat mempunyai rasa kasih sayang dan keinginan untuk disayangi.

Nah rumusan di atas dapat diaplikasikan pada perilaku saat kita menjalankan puasa dibulan Ramadan. Selain itu, puasa memiliki segudang manfaat bagi kesehatan rohani, seperti: rasa empati pada diri bertumbuh, stres menjadi berkurang, menjaga mood agar selalu positif, kecerdasan emosional meningkat, kepercayaan diri meningkat, menghindari kebiasaan buruk dan mengurangi rasa cemas yang berlebihan

Baca Juga  Pahala Menguap dari Kepulan Asap Rokok

Selain itu, puasa tidak hanya menjadikan seseorang memiliki aura “positive vibes” tetapi juga membuat jasmani menjadi lebih sehat. Padahal yang kita ketahui selama ini “kelaparan” dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh terutama mengganggu sistem pencernaan.

Namun faktanya, menurut banyak studi ditemukan jika kondisi “kelaparan” sesuai dengan aturan yang tepat seperti dalam puasa Ramadan, maka akan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat berbuka puasa dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya.

Baca Juga  Amalan-amalan Sunnah saat Hari Raya Idul Fitri

Menurut dr. Zaidul Akbar dalam kajiannya yang berjudul “Alasan Mengapa Puasa itu Keren?” saat berpuasa tubuh mendapat manfaat yang sangatlah dahsyat antara lain yaitu: gula darah turun, tekanan darah turun, tubuh memproduksi antioksidan, menurunkan peradangan, menguatkan imunitas tubuh, meningkatkan pembakaran lemah dan melindungi otak

Namun, perlu digaris bawahi hal-hal yang dijelaskan di atas yaitu berpuasa harus sesuai dengan takaran yang tepat. Jika berpuasa tidak menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, maka manfaat yang diterima akan tidak akan optimal.

Oleh karena itu, mari berpuasa menuju berkahnya Allah SWT. serta rasakan nikmat sehat jasmani dan rohani. Selamat berpuasa!

Penulis merupakan fasilitator SDIT Alam CAHAYA.