Tumbuhkan Kesalihan Lingkungan dengan War Takjil tanpa Sampah
salah satu yang bisa dilakukan untuk melatih kesalihan lingkungan dalam aksi war takjil adalah dengan membawa wadah kue sendiri dari rumah. Wadah kue tersebut nantinya akan kita gunakan untuk menyimpan atau memasukan kue yang kita beli dari war takjil.
Dengan membawa wadah kue (sanc bag) kita sudah mengurangi plastik dari aktivitas war takjil sehingga bisa mengurangi penumpukan sampah yang akan terjadi.
Membawa Tas Kantong ( Tote Bag)
Tak kalah penting ketika kita kita akan melakukan war takjik, kita biasakan untuk membawa tas kantong (tote bag) dari rumah.
Hal itu selain menjadi bentuk kesalihan lingkungan yang kita lakukan juga karena dengan tas kantong (tote bag) kita telah berusaha mengurangi sampah plastik dari transaksi jual beli selama melakukan war takjil.
Bayangkan jika setiap item yang kita beli kita pisahkan plastiknya sendiri-sendiri, berapa banyak plastik yang bisa menumpuk dan akan mencemari lingkungan jika tidak terkelola.
Membawa Botol Minum (Tumbler)
Tumbler atau botol minum bisa kita manfaatkan ketika kita membeli es atau minuman takjil yang ditempatkan di wadah plastik.
Dengan membawa botol minuman (tumbler) es tersebut dapat diisikan di tumbler kita sehingga dapat mengurangi sampah yang akan ditimbulkan dari aktifitas war takjil kita.
Beberapa langkah kecil tersebut jika kita bisa terapkan dan kemudian menjadi gerakan yang dilakukan oleh banyak orang mungkin bisa mengubah war takjil menjadi pembelajaran untuk menumbuhkan “kesalihan lingkungan” pada diri kita dan berdampak pada lingkungan yang lebih baik di masa depan.
Salam lestari, salam kehidupan untuk anak cucu kita.
Penulis merupakan pengajar di SMPN 2 Tukak Sadai, Bangka Selatan.
