“Saya bukan menolak rencana pembangunan pabrik ini, tetapi saya mempertanyakan mengapa udangan konsultasi publiknya hanya diwakili segelintir warga desa saja,” kata Yadi.

Sebelumnya, warga Desa Nangka, Aliman juga mempertanyakan konsultasi publik yang diikut segelitir warga.

“Tolong didengar semuanya. Ini bukan protes penolakan tetapi jika tidak diundang semua nanti tidak ada keterbukaan,” tambahnya.

Terpisah, Kades Nangka, Bayumi dikonfirmasi usai acara menyebut, sosialisasi ini baru kegiatan awal saja. Setelah ini ada sosialiasi selanjutnya.

“Ada sosialisi kedua. Selanjutnya kita akan buat MoU dengan perusahaan tentang tenaga kerja lokal Desa Nangka yang akan dilibatkan. Bagaimana CSR dan pendapatan untuk desa. Harapan kita tentu pabrik ini didukung warga dan segera dibangun karena akan bermanfaat bagi Desa Nangka khususnya,” jelas Bayumi.

Baca Juga  Akabri Angkatan 90 Bagikan Ratusan Sembako dan Seragam Sekolah di Desa Rias