Ibu Muhammad Al-Fatih adalah ibu yang saliha, istimewa dan ibu yang fokus dalam mendidik anaknya untuk menjadi orang yang besar. Setiap selesai salat subuh, ibunya akan membawa Al-Fatih kecil, kemudian ditunjukkan dari kejauhan benteng Konstantinopel yang megah itu.

Ibunya sambil berkata “Namamu adalah nama Nabi kita Muhammad Saw, Nabi kita pernah mengatakan bahwa benteng itu pasti akan ditaklukkan dan kamulah yang akan menaklukkannya. Ibunya yang sudah berdoa dan menggambarkan kebesaran di kepala anaknya dan dilakukan setiap hari di waktu yang barokah pada pagi hari.

Di timur tengah tepatnya di Saudi, ada seorang ibu yang sedang memasak makan untuk jamuan para tamu suaminya, sedangkan anaknya yang masih kecil sibuk bermain di padang pasir. Tatkala ibunya selesai memasak datanglah anak itu membawa segenggam pasir.

Baca Juga  Membaca Al-Qur’an, Menghidupkan Ramadan

Umi,,, umi,,, sambil menebarkan pasir ke atas makanan yang sudah siap dihidangkan. Dengan perasaan marah dan tak karuan apa kata kata ibunya. “cepat kamu pergi ke haram (masjidil haram) jadi imam di sana”. Sekarang ini anak itu menjadi kepala imam di dua masjid suci yaitu masjidil haram dan masjid nabawi. Itulah Syech Abdurrahman As-Sudais.

Dari beberapa cerita di atas kita dapat menarik benang merahnya bahwa sebegitu pentingnya “Doa” dalam setiap perkara yang kita lalui, kita tidak akan tau doa yang mana yang akan dikabulkan oleh Allah SWT. Apa lagi doa seorang ibu yang sangat mustajab di hadapan Allah SWT.

Sebagai seorang mukmin jangan pernah untuk berhenti berdoa, minta kepada Allah untuk semua permasalahan yang kita lalui di muka bumi ini dan jangan lupa untuk meminta kepada Allah setidaknya tiga hal berikut. Permintaan yang pertama, memohon agar dijadikan manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Baca Juga  3 Doa Meminta Kelancaran Segala Urusan Dan Dimudahkan Saat Dalam Kesulitan

Sebagaimana Rasullullah bersabda yang Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat agi orang lain”. [HR. Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, Juz VII, Hal 58, dari Jabir Bin Abdullah r.a].

Doa yang kedua, meminta agar dimatikan dalam keadaan husnul khatimah. Mati dalam keadaan husnul khatimah merupakan cita-cita tertinggi umat islam, dimana kematian dalam keadaan baik, taqwa dan taat kepada Allah SWT.

Permintaan yang ketiga mintalah kepada Allah agar dimasukkan ke surga bersama orang-orang yang di cintai. Sebagaimana Allah berfirman yang Artinya:”(yaitu) surga ‘And yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu”. [QS. Ar-Ra’d: 23]. Barakallahu fiikum

Penulis merupakan fasilitator SDIT Sahabat Qur’an, Koba, Bangka Tengah