Oleh: Erik Juliawan, S.Sos

Tidak lama lagi, bulan suci Ramadan 1446 H yang penuh dengan keberkahan ini akan segera berlalu. Dan saat ini kita umat Islam sudah berada di penghujung 10 hari terakhir di bulan tersebut.

Dalam sepuluh hari terakhir Ramadan ini, masing-masing setiap pribadi kita diharapkan agar dapat meningkatkan semangat beribadah dengan tulus ikhlas semata-mata mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Karena di setiap bulan Ramadan, tepatnya sepuluh hari terakhir terdapat satu malam kemuliaan yang dinilainya lebih baik daripada 1000 bulan, malam kemuliaan itu dinamakan Lailatul Qadar.

Sebagaimana dijelaskan pada surah Al-Qadr ayat 1 – 5, yaitu surah ke-97 dalam Al-Qur’an. Allah Swt berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ )1( وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ )2( لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ )3( تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ )4( سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ )5

Baca Juga  Belajar dari Kisah Nabi Yusuf (Bagian 14): Menjaga Diri saat Tidak Diawasi

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadr: 1-5).

Dikutip dari buku Munajat Ramadan, karya Mamang Muhamad Haerudin dan Abdush Shobur. Kata lailatul qadr dalam surah Al-Qadr disebutkan sebanyak tiga kali.

Hal ini serupa dengan pendapat lain yang mengartikan qadr menjadi tiga pengertian. Pengertian itu adalah tiga kemuliaan yang terjadi pada malam tersebut.

Pertama, turunnya Al-Qur’an yang merupakan kitab suci yang keagungannya melintas ruang dan waktu.

Kedua, Al-Qur’an itu turun kepada Nabi yang mulia, yang tanpa beliau tidak akan diciptakan alam semesta.

Ketiga, kemuliaan juga akan diberikan kepada mereka yang menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah dan amal saleh.

Baca Juga  Belajar Bersyukur dari Setiap Keadaan

Hal tersebut menunjukkan lailatul qadr adalah malam keagungan dan kemuliaan yang sangat menentukan takdir kita. Apakah kita berumur panjang atau tidak, sakit atau sehat, suka atau duka, dan sebagainya ditentukan pada malam itu.

Dalam buku Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar, karya Candra Nila Murti Dewojati, juga dijelaskan tentang kemuliaan malam Lailatul Qadar, para ulama membahasnya menjadi tiga pemikiran. Pada malam ini merupakan malam ditetapkannya:

1. Segala takdir manusia, dimulai dari kehidupan, ajal, rezeki, dan semuanya untuk setahun ke depan.

2. Adanya kemuliaan, kehormatan, juga susasana malam didukung karena memang saat itu diturunkannya permulaan Al-Qur’an, juga yang membuat istimewa adalah para malaikat turun, atau ada yang menyebutkan turunnya keberkahan, rahmat, dan ampunan Allah SWT.

3. Orang-orang yang dengan suka rela dan ikhlas menghidupkan malam ini tanpa keluhan akan mendapat Al-Qadr (kemuliaan) yang besar, yang belum ia miliki sebelumnya. Dan malam ini kemudian akan menambah kemuliaannya di sisi Ilahi.

Baca Juga  Ketika yang Sementara Menjadi Berharga

Sebagaimana dalam surah Ad-Dukhan ayat 3 – 4 pun di terangkan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 3)

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ

Artinya: Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh Hikmah.” (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 4)

Dilansir dari NU Online, Jika tiba Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun dengan serombongan malaikat lalu mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap hamba yang berdiri atau duduk berdzikir mengingat Allah. Mereka turun dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dan as Suyuthi dalam al-Jami’ al-Kabir).