Misalnya saja saat pendidik menyiapkan hadiah atau penghargaan maka peserta didik akan termotivasi karena orientasinya adalah pada hadiah atau penghargaan tersebut. Sedangkan pada saat pendidik tidak menyiapkan hadiah atau penghargaan dalam proses pembelajaran, maka akan timbul dalam peserta didik rasa malas dan kurang termotivasi dalam proses pembelajaran.

Paradigma pemberian ganjaran (reward) ini menurut hemat penulis perlu di modifikasi. Misalnya saja pendidik mulai beralih dari pemberian hadiah atau penghargaan yang sifatnya materi ke pemberian hadiah atau penghargaan yang sifatnya non materi.

Misalnya saja dalam bentuk apresiasi, motivasi dan dorongan. Apresiasi adalah salah satu obat mental yang dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam kehidupan manusia. Sama halnya dengan peserta didik, jika kinerjanya di apresiasi oleh pendidik, maka akan timbul semangat dan motivasi dalam dirinya.

Baca Juga  Model Pembelajaran Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kritis Peserta Didik

Apresiasi tersebut misalnya dari hal kecil seperti memberikan tepuk tangan terhadap kinerja peserta didik dan lain sebagainya. Selain itu pendidik juga dapat memberikan motivasi dan dorongan positif untuk perkembangan peserta didik.

Paradigma pemberian hukuman (punishment) menurut hemat penulis sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan perkembangan peserta didik saat ini. Hukuman dan kekerasan yang diberikan oleh pendidik justru akan menimbulkan dampak buruk yang berkepanjangan.

Misalnya saja peserta didik akan terganggu kondisi psikologis atau mentalnya, meniru dan mengadopsi tindakan hukuman atau kekerasan yang diberikan oleh pendidik, terganggu proses pembelajarannya dan bahkan tidak sedikit peserta didik yang kemudian keluar dari satuan pendidikan.

Tidak sampai di sini, dewasa kini para pendidik harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedua orang tua tidak terima anaknya diberikan hukuman atau kekerasan oleh pendidik tersebut. Berdasarkan pada hal tersebut, menurut penulis pemberian hukuman atau punishment ini harus dihindari.

Baca Juga  Pendidikan untuk Semua: Wujudkan Jaminan Sosial Atau Cuma Janji?

Beberapa solusi yang dapat dilakukan pendidik dan satuan pendidikan adalah melalui program atau praktik pembiasaan disiplin positif, membuat kegiatan yang berdampak pada pendidikan karakter peserta didik, pemberian keteladanan dan lain sebagainya.

Selain itu sebagai pendidik harus memahami latar belakang peserta didik, memahami konsep perebedaan individual dan hal-hal terkait.

Sehingga pendidik tidak ujug-ujug langsung memberikan hukuman kepada peserta didik tersebut. Pelajari, klarifikasi dan dampingi peserta didik dalam memecahkan masalahnya agar lahir solusi yang terbaik.

Penulis merupakan Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan