Bangun Kebersamaan Melalui Kisah Nabi dan Rasul Sejak Dini
Oleh: Kasdianto, S.Pd
Orang tua merupakan lingkungan pertama sekaligus pendidik pertama bagi anak-anak. Menghabiskan momen waktu bersama anak akan mempengaruhi perkembangan sosial antara orang tua dan anak.
Kebersamaan momen waktu dengan anak memiliki dampak positif bagi tumbuh kembangnya anak. Tidak hanya penting bagi anak tetapi juga berdampak terhadap ikatan emosional orangtua dan anak sehingga terciptanya kebahagiaan dalam keluarga.
Dalam membangun kebersamaan itu, orang tua perlu menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia kepada anak. Sebisa mungkin orangtua harus bisa mencari cara agar kebersamaan bisa terwujud.
Seperti mengenalkan dan mengajarkan kisah-kisah nabi dan rasul kepada anak-anak. Melalui kisah-kisah yang penuh hikmah mereka akan memahami konsep kebaikan, keteladanan, dan kasih sayang.
Kita sebagai orang tua, perlu mengajarkan mereka tentang perjuangan-perjuangan nabi dan rasul dan mengambil tauladan-tauladan melalui kisah-kisah para nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari.
Karena kisah para nabi dan rasul adalah figur teladan terbaik yang diutus Allah SWT menyebarkan ajaran agama hingga yang kita rasakan ini. Banyak sekali kisah para nabi dan rasul yang dapat kita ambil contoh suri tauladan yang baik bagi anak-anak kita.
Melalui kisah nabi dan rasul, mereka dapat mengambil pelajaran salah satunya bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala. Seperti menceritakan kisah Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail, anak-anak dapat mengambil pelajaran tentang keikhlasan, patuh dan taat kepada perintah Allah.
Kemudian kisah Nabi Yunus ketika di telaan ikan paus, anak-anak dapat mengambil pelajaran bahwa dalam terdesak ataupun dalam kesulitan kita harus berdoa dan minta pertolongan kepada Allah.
Saat kita bercerita kepada anak-anak kita harus memperhatikan waktu yang tepat agar mereka dapat mendengarkan dan memperhatikan kita dengan baik.
