Sementara itu, di sisi lain selain menghadirkan rasa rindu, Ramadan juga menghadirkan sesal untuk kita. Jika rasa sesal dihubungkan dengan berakhir dan perginya bulan Ramadhan, maka bukanlah kepergian Ramadan yang membuat kita menyesal, melainkan lebih pada cara kita dalam memperlakukan bulan Ramadan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Saw bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ad Darimi).

Kini, bukan tentang siapa yang semangat di awal tapi tentang siapa yang tidak berubah semangat dari awal sampai akhir. Sebentar lagi Ramadan akan berlalu.

Apakah kita akan semakin taat atau justru akan semakin menjauh?

Baca Juga  Berkebun dengan Iman: Menanam Kebaikan, Menuai Keberkahan

Lalu bagaimana cara kita menutup Ramadan tahun ini agar lebih bermakna?

Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa Ramadan memang akan berakhir, tetapi Al-Qur’an tetap ada, masjid tetap terbuka, doa tetap diijabah, dan pahala tidak akan terputus.

Di waktu sisa-sisa Ramadan yang tinggal satu hari ini, mari kita tingkatkan keimanan dan keislaman kita agar senantiasa menjadi hamba yang istiqomah, bukan hanya hamba Ramadhn saja.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah SWT berkenan menerima ibadah puasa kita semua. Aamiin ya rabbal alamin.

Penulis merupakan Tenaga Kependidikan di SDIT Alam CAHAYA