Berpuasa di Bulan Syawal: Manfaat dan Komitmen dalam Beribadah
Oleh: Syafrida Hafizah, S.Si., M.M.
Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh dengan berkah. Amalan-amalan baik yang dilakukan selama bulan ini diyakini akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Oleh karena itu, bagi umat Muslim, bulan Syawal merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih keberkahan dari Allah SWT.
Bulan Syawal berada pada urutan ke sepuluh pada penanggalan hijriah. Bulan ini penuh dengan keutamaan dan keistimewaan. Berada tepat di belakang bulan Ramadan oleh kalangan ulama dinilai sebagai bulan pelaksanaan konsep Idulfitri yang bermakna kembali ke fitrah.
Umat muslim memiliki banyak sekali ibadah sunah, mulai dari salat sunah sampai puasa sunah. Mereka dapat memilih ibadah yang sesuai dengan kehendak hatinya, ibadah-ibadah sunah dalam Islam diganjar dengan pahala yang luar biasa serta kenikmatan hidup yang tiada tara.
Tidak jarang ibadah sunnah beriringan dengan ibadah wajib. Misalnya salat lima waktu yang diiringi dengan salat sunah rawatib. Puasa Ramadan pun diiringi dengan puasa sunah Syawal. Di bulan Syawal ini, Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk melanjutkan puasa Ramadan dengan enam hari yang disebut dengan puasa Syawal.
Hukum melakukannya adalah sunah dengan ganjalan pahala setara berpuasa setahun. Sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut ini:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari dengan pola berurutan ataupun secara terpisah. Para ulama sepakat permulaan puasa sunnah ini dapat dilaksanakan pada tanggal 2 Syawal yakni sehari setelah perayaan Idulfitri.
Adapun untuk batas terakhir boleh melakukan puasa Syawal adalah pada akhir bulan Syawal. Umat Islam mempunyai kesempatan waktu kurang lebih satu bulan untuk menyempatkan menunaikan ibadah puasa sunnah selama enam hari di bulan kesepuluh ini.
Berdasarkan penetapan 1 Syawal oleh Kementerian Agama RI yang jatuh pada 31 Maret 2025, batas akhir puasa Syawal yakni pada 28 April 2025. Adapun rincian tanggal hijriah bulan Syawal untuk acuan memilih jadwal puasa sunnah sebagai berikut:
2 Syawal 1446 Hijriah: 1 April 2025
3 Syawal 1446 Hijriah: 2 April 2025
4 Syawal 1446 Hijriah: 3 April 2025
5 Syawal 1446 Hijriah: 4 April 2025
6 Syawal 1446 Hijriah: 5 April 2025
7 Syawal 1446 Hijriah: 6 April 2025
8 Syawal 1446 Hijriah: 7 April 2025
9 Syawal 1446 Hijriah: 8 April 2025
10 Syawal 1446 Hijriah: 9 April 2025
11 Syawal 1446 Hijriah: 10 April 2025
12 Syawal 1446 Hijriah: 11 April 2025
13 Syawal 1446 Hijriah: 12 April 2025
14 Syawal 1446 Hijriah: 13 April 2025
15 Syawal 1446 Hijriah: 14 April 2025
16 Syawal 1446 Hijriah: 15 April 2025
17 Syawal 1446 Hijriah: 16 April 2025
18 Syawal 1446 Hijriah: 17 April 2025
19 Syawal 1446 Hijriah: 18 April 2025
20 Syawal 1446 Hijriah: 19 April 2025
21 Syawal 1446 Hijriah: 20 April 2025
22 Syawal 1446 Hijriah: 21 April 2025
23 Syawal 1446 Hijriah: 22 April 2025
24 Syawal 1446 Hijriah: 23 April 2025
25 Syawal 1446 Hijriah: 24 April 2025
26 Syawal 1446 Hijriah: 25 April 2025
27 Syawal 1446 Hijriah: 26 April 2025
28 Syawal 1446 Hijriah: 27 April 2025
29 Syawal 1446 Hijriah: 28 April 2025
Adapun niat puasa Syawal sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
