Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa sunah tidaklah hanya sebatas menahan nafsu saja. Ada banyak manfaat yang dapat diambil ketika melakukan puasa sunah. Salah satunya adalah puasa Syawal. Berikut manfaat puasa Syawal yang dapat menjadi pertimbangan untuk memulai puasa sunnah ini.

1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Salah satu keutamaan menjalankan ibadah sunnah puasa Syawal adalah semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa Syawal selama enam hari akan mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT. Tidak hanya itu, di sisi Allah SWT, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada bau minyak kasturi. Penegasan keutamaan puasa Syawal ada pada salah satu hadist Qudsi yang memiliki arti sebagai berikut.

“Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” Kemudian, Rasulullah Saw melanjutkan, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah SWT dibandingkan wangi minyak kasturi.” (HR. Muslim).

2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Ketika menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar maka akan memicu sel-sel induk dalam tubuh untuk memproduksi sel darah putih baru yang dapat mencegah atau menghindari dari infeksi. Menurut sebuah penelitian dari University Southern California mengatakan bahwa puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Hal tersebut disebabkan oleh penciptaan sel darah putih yang dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, puasa sunah Syawal memiliki peranan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai ancaman virus dan bakteri.

Baca Juga  Wajib Militer dan Tantangan Ketahanan Nasional

3. Mencegah Gangguan Pencernaan

Biasanya umat muslim tidak mengontrol makanan di hari raya Idulfitri. Hal ini tentu berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan. Oleh sebab itu, dengan menjalankan ibadah sunnah puasa Syawal dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengontrol porsi makan.

Hal tersebut bermanfaat untuk pengendalian nafsu makan. Tidak hanya itu, puasa sunah bulan Syawal juga bermanfaat untuk pengendalian masa transisi setelah mengonsumsi makanan dengan jumlah besar sekaligus mencegah terjadinya gangguan pencernaan.

4. Pahala Berpuasa Setahun Penuh

Allah menawarkan ganjaran puasa sunah bulan Syawal seperti melakukan puasa selama setahun penuh. Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadist dengan arti sebagai berikut:

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.” (H.R. Muslim No 1.164).

5. Pahala Berlipat

Seorang muslim yang menjalankan ibadah puasa sunah bulan Syawal akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Caranya dengan menjalankan ibadah puasa sunah di bulan Syawal selama 6 hari berturut-turut. Keutamaan tersebut tercantum dalam sebuah hadist yang artinya sebagai berikut.

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idulfitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal).” (HR. Ibnu Majah).

6. Menyempurnakan Ibadah

Keutamaaan puasa sunah di bulan Syawal dapat menjadi salah satu cara untuk menyempurnakan ibadah wajib, yakni puasa wajib bulan Ramadan. Sama halnya dengan salat wajib yang memiliki ibadah penyempurna, yakni salat sunah rawatib.

Dengan menjalankan ibadah puasa sunah bulan Syawal dapat melengkapi kekurangan yang ada selama puasa wajib di bulan Ramadhan. Ibnu rajab menjelaskan keutamaan puasa di bulan Syawal sebagai berikut.

Baca Juga  Pengembangan Daerah Hinterland di Kepulauan Bangka Belitung

“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394).

7. Sebagai Tanda Puasa Ramadan Diterima Allah SWT

Ketika amal baik seseorang diterima oleh Allah SWT maka Dia akan terus memberikan taufiq kepada orang tersebut. Tandanya, yaitu orang tersebut terus melakukan amalan saleh setelah melakukan satu amalan saleh.

Salah satu tanda puasa wajib bulan Ramadan diterima di sisi Allah SWT adalah seorang muslim menjalankan ibadah sunah puasa bulan Syawal.

Jika tidak melakukannya pun belum tentu ibadah puasa wajib tidak diterima oleh Allah SWT. Karena, sesungguhnya umat muslim hanya diperintahkan untuk melakukan ibadah. Diterima atau tidaknya menjadi urusan Allah SWT.

8. Tidak Terputusnya Amalan Saleh yang Dikerjakan

Amalan-amalan saleh yang dijalankan di bulan Ramadan akan terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya sampai ajal menjemput. Amalan tersebut termasuk pada puasa sunah bulan Syawal. Amalan-amalan ini akan menjadi bekal kita ketika menemui Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 99 yang artinya sebagai berikut.

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”

9. Menjadi Bentuk Rasa Syukur

Puasa wajib di bulan Ramadan merupakan salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa umat muslim. Oleh sebab itu, sebagai wujud rasa syukur karena Allah SWT telah menghapus dosa-dosa maka setelah bulan Ramadan dianjurkan melaksanakan puasa sunnah bulan Syawal selama 6 hari berturut-turut. Hal ini sesuai dengan salah satu hadist berikut :

Baca Juga  Mengisi Liburan Semester dengan Kegiatan Bermakna

“Siapa yang puasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim).

10. Dibersihkan dari Segala Dosa

Ketika puasa sunah di bulan Syawal dijalankan dengan penuh keikhlasan maka dapat menghapus dosa-dosa yang dilakukan oleh umat muslim. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Saw sebagai berikut :

“Barangsiapa berpuasa Ramadan, lalu menyambungnya dengan enam hari puasa bulan Syawal, maka ia dianggap bersih dari dosanya (dibersihkan dari segala doanya) seperti anak yang baru lahir (dilahirkan) ibunya.” (H.R. Muslim).

Namun ada hal yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan puasa sunah Syawal yaitu akan Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal.

Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.”

Jadi apabila puasa Ramadannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunah muthlaq (puasa sunah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadan.”  karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini. Kutipan “Niat Puasa Syawal dan Keutamaannya” Yufi Cantika.

Penulis merupakan Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN SAS BABEL