Untuk mengundang Kaban Limpai hanya dengan menggunakan segenggam beras kunyit sebagai syarat utama.

Makanya jika ada salah satu keluarga akan melaksanakan kegiatan perayaan atau pesta sebelum sebelumnya telah di lakukan ritual oleh seorang dukun kampung.

Ritual ini untuk menghalau Kaban Limpai turun gunung mengganggu makanan yang disiapkan untuk para tamu undangan.

Suasana di dalam rumah malam itu tak seperti layaknya pada saat setelah diadakan pesta pernikahan.

Malam itu keluarga dua belah pihak hanya banyak diam atas kejadian yang menimpa keluarga mereka.

Mereka hanya berpikir alangkah teganya seseorang yang telah mengundang Kaban Limpai ke pesta pernikahan anak mereka, hingga membuat malu keluarga pengantin.

Baca Juga  Tragedi SS Vyner Brooke, Perang Dunia II di Mentok (Tamat)

Untuk menyebutkan siapa dalang atas kejadian tersebut mereka tidak punya bukti yang otentik apalagi keluarga mereka termasuk salah satu keluarga yang berada di kampung tersebut.

Mereka juga tertutup hingga tidak banyak bergaul dengan masyarakat kampung tersebut.

Bagi masyarakat nama Limpai memang sudah lama tidak terdengar namun sampai saat ini pun masih tetap ada menjadi bagian bagi masyarakat yang masih mempercayai keberadaannya.

Mitos atau kah fakta hanyalah Allah SWT sebagai pencipta semesta alam yang mampu menjelaskan nya.

Namun bagi penulis Limpai memang ada dan tetap ada hingga dunia ini berakhir.

Wassalam, Yoelch