Dendam menari di ujung kuku
Seperti api yang tak rela padam
Aku nyaris menyatu
Dengan gelap yang memanggil dalam diam

Namamu jatuh di telingaku
Lebih lembut dari doa
Lebih dalam dari luka
dan tiba-tiba, nadi itu berdetak lagi
bukan hidup, dan bukan mati
hanya sekadar mimpi dan halusinasi

Baca Juga  Ada Kisah Tersimpan di Bulan Ramadan