Guru Serba Salah, Siswa Semakin Tak Terarah, Kapan Kita Berbenah?
Pemerintah sebagai pihak yang memegang otoritas tertinggi seharusnya memberikan perhatian khusus untuk mengatasi permasalahan yang ada di depan mata. Jangan hanya fokus pada urusan politik, tetapi prioritaskan juga di sektor pendidikan.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah dengan mempertegas dan memperhatikan Undang-undang perlindungan bagi guru. Agar mereka lebih leluasa dalam mengajar dan mendidik siswanya, tanpa harus takut menghadapi permasalahan hukum.
Di sisi lain, guru juga harus meningkat kompetensi dan profesionalismenya. Harus selalu ingat bahwa tugas utama guru selain mentransfer ilmu sesuai bidangnya, juga harus mendidik siswanya agar bermartabat dan berahlak yang baik.
Ketika menghadapai siswanya yang bermasalah, dan memberikan hukuman atau sanksi berupa fisik dan non fisik, maka perlu guru harus memahami metode yang tepat agar tindakan mereka tidak disalah artikan yang akhir berhadapan dengan hukum yang ada di Indonesia.
Guru juga harus mampu membangun hubungan emosional yang lebih dekat dengan siswa, sehingga mereka dapat mendidik dengan penuh empati dan kasih sayang menganggap seolah-olah siswa seperti anak mereka sendiri.
Orang tua juga memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan anak. Sebaiknya mereka harus lebih detail mencari informasi sekolah yang akan dituju. Mulai dari program unggulan sekolahnya, akreditasi sekolahnya, dan juga latar belakang guru yang mengajar disekolah tersebut.
Agar mereka tidak sembarangan menitipkan anaknya disekolah. Di zaman sekarang ini, orang tua memiliki banyak pilihan sekolah untuk anak- anak mereka. Selain itu, jika anaknya sudah dititipkan di sekolah tertentu, maka orang tua sudah selayaknya memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada guru yang mengajar dan mendidik anaknya.
Apa pun yang dilakukan guru kepada siswa, itu sudah pasti memiliki alasan tertentu. Karena terkadang perilaku anak-anak ini akan berbeda ketika berada di rumah bersama orang tua mereka dan disekolah. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru menyalahkan guru tanpa memahami situasi secara menyeluruh.
Selain itu, untuk mengembalikan harkat dan martabat guru, masyarakat umum juga memiliki peranan yang penting agar tidak selalu guru yang dikambing hitamkan. Masyarakat umum sudah seharusnya lebih banyak membaca dan memahami jika akan memberikan komentar ketika menemukan kasus yang berkaitan dengan guru.
Lebih banyak memperkuat literasi membacanya agar tidak terjebak pada berita yang kebenarannya perlu dipertanyakan (Hoaks). Karena segala informasi yang ada di dunia maya ataupun dunia nyata tidak selalu benar sesuai fakta bisa menurunkan citra pendidikan.
Jika ada kasus yang melibatkan guru atau sekolah tertentu, masyarakat harus menilai secara objektif tanpa menggeneralisasi bahwa semua sekolah memiliki permasalahan yang sama.
Dari berbagai pembahasan di atas, sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga martabat guru dan mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat yang bermartabat.
Meskipun masih banyak tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia, kita dapat memulai perbaikan dengan langkah kecil namun berarti bagi kita semua.
Dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter kuat.
Penulis merupakan dosen luar biasa di IAIN SAS dan Universitas Muhammadiyah Babel
