Terkait dengan adanya peresmian gedung, dirinya menyampaikan bahwa gedung baru ini bukan hanya representasi dari pembangunan fisik kampus, tetapi juga bentuk nyata dari komitmen UBB dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset. Fasilitas yang lebih modern diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dan menunjang proses pembelajaran, termasuk mendukung program studi kedokteran yang baru dibuka pada 2023.

“Sejak menjadi perguruan tinggi negeri pada tahun 2010, UBB terus mengalami perkembangan signifikan. Saat ini, UBB memiliki lebih dari 30 program studi dan terus mendorong perluasan kapasitas serta peningkatan mutu,” ungkapnya.
Prof. Ibrahim menegaskan bahwa UBB akan terus berinovasi agar mampu bersaing secara nasional dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Baca Juga  Penerapan Asas Audi et Alteram Partem dalam Pemeriksaan Perkara Perdata

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, I Ketut Adnyana menyoroti sejumlah tantangan besar yang dihadapi Bangka Belitung, seperti kerusakan lingkungan akibat pertambangan timah, perubahan iklim global, dan dampak disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui riset, inovasi, dan pendidikan yang relevan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi Indonesia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2045. Pendidikan tinggi, termasuk UBB, diharapkan mampu menghasilkan SDM yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi era perubahan yang cepat agar momentum emas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Momen peresmian ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung kemajuan pendidikan di Bangka Belitung,” sebutnya.
I Ketut menyampaikan bahwa UBB harus terus bergerak ekspansif dan tumbuh impresif agar dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.

Baca Juga  Kisah Pilu Ria, Tak Mampu Bayar Biaya Operasi, sudah Sepekan Peluru Senapan Angin Bersarang di Lehernya

“Pendidikan berkualitas adalah fondasi penting dalam menciptakan masa depan bangsa yang gemilang,” pungkas beliau.
Dalam memperkenalkan budaya yang ada di Bangka Belitung, setelah rangkaian acara Dies Natalis dilakukan kegiatan “ngangung” untuk menikmati hidangan di Hall Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Kesehatan Terpadu.

Dengan diresmikannya Gedung tersebut, menjadikan UBB semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap menjawab tantangan zaman. Tidak hanya sebagai pusat pengajaran, tetapi juga sebagai pusat riset dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi konkret atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah ini.