Malaikat Kecil
Karya: Alieza Sakinah
Matanya yang indah bak bianglala serta kulit putihnya yang memesona, mengingatkanku akan sebuah asa. Asa untuk dirinya tetap hidup bertahan lama. Melewati hari di mana kami berbahagia. Hari di mana bunda telah menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangannya. Hari di mana kami berbondong-bondong menantikannya di rumah sakit ternama. Namun, semuanya lenyap begitu saja, ketika ia menghembuskan napas terakhirnya.
Ingin sekali rasanya aku mendengar suara tangisnya. Ingin sekali rasanya aku mendekap tubuh kecilnya. Ingin sekali rasanya aku bersekolah di sekolah yang sama dengan dirinya. Tetapi, bumi telah lebih dulu berhasil menelankannya.
Aku termenung kala melihat anak seusianya tumbuh dewasa, sedang ia telah tutup usia. Di saat yang lain dapat bersekolah, ia tak sempat merasakannya. Di saat yang lain berlari mengejar cita-cita, ia tak sempat pula ikut mengejarnya.
