Oleh Muhammad Faiq Elfaruq

Di bawah langit Sungailiat yang membara
Aku berdiri di atas kolong yang dalam dan hampa
Cita-citaku bukan sekadar debu sahang yang terbawa angin
Tapi ia adalah urat timah, tersembunyi, dingin, dan batin

Kakiku berlari di atas beling kuarsa
Menuju ufuk yang katanya menjanjikan kuasa
Namun jalanan ini menusuk, tajam merajam nadi
Sementara lingkungan membeku, diam membunuh mimpi

Kapan pasang akan membawa sauhku pergi?
Tanya hati pada karang di pesisir Matras yang sunyi

Baca Juga  Pagar Laut, Sajakku Tak Bisa Melaut