Fiksi Mini cerita anak (komedi)

Karya: Ummi Sulis

Keluarga Tuan Kartika berbahagia karena si Bungsu suhah bisa berbicara, meski masih cadel. Si Bungsu yang baru belajar berjalan ini menjadi idola keluarga, selain ceriwis, juga menggemaskan untuk diganggu.

Abang-abang si Bungsu senang sekali mengajak adik mereka untuk melihat-lihat keadaan lingkungan sekitarnya. Apalagi Mamak Pengasuh si Bungsu, sangat menyayangi anak itu. Keluarga mereka menyayangi si Bungsu seperti layaknya anak mereka sendiri. Sifat penyayang pada hewan sudah tampak dari kecilnya. Semua hewan jadi lulut (senang) dengan kehadiran si Bungsu.

Tuan Kartika mempunyai empat orang anak laki-laki. Baru seorang saja yang diaqiqahi. Maka, Tuan Kartika membeli beberapa kambing untuk dibiakkan, hingga bisa memenuhi jumlah kambing yang wajib untuk aqiqah. Si Bungsu sangat suka sekali memandangi kambing-kambing yang gendut-gendut.

Baca Juga  Melukis Literasi

“Kambingnya gendut, ya, Mbah,” si Bungsu mengelus perut kambing.

“Ada dedek bayi di dalam perutnya,” jawab Embah Pengasuh.

“Oh, gak dikeluarin aja Mbah?” tanya si Bungsu.

“Nanti, kalau udah waktunya, keluar sendiri,tunggu beberapa hari lagi, ya,” jawab Embah.

“Sekarang aja, Mbah, Adek pengen lihat!” rengek Adek manja.