“Ish, adek ni, jangan suka pmengkambinghitamkan kambing, Dek. Entar kambingnya ngambek,” goda Abang.

Beberapa hari kemudian kambing pun beranak. Si Bungsu sangat senang mendengarnya. Dia mengajak sang Abi ke rumah pengasuhnya untuk melihat kambing itu. Si Bungsu menangis tak berhenti, bikin semua orang bingung.

“Kenapa Adek menangis?” tanya Abi. “Itu kambingnya cakep, Dek, warnanya hitam.” Abi menunjuk anak kambing yang sedang menyusu pada induknya.

“Enggak mau! Huwaaa!” Adek menangis kejar.

“Loh, Nang, kemarin nyuruh cepat dilahirkan, sekarang gak mau, piye toh,” Embah Pengasuh tertawa.

“Enggak mau yang itu. Bisa gak yang lain aja anaknya.” Adek menangis lagi.

“Itu cakep loh, Dek. Kenapa gak mau?” Abi membujuk.

Baca Juga  Maya dan Kotoran Sapi Embah

“Kata Abang jangan suka mengkambinghitamkan. Gegara Adek, kambingnya jadi hitam, jelek. Napa kambingnya jadi hitam!?” tangis Adek.

Dan semuanya menjadi paham penyebab bulu kambing jadi hitam, gegara Adek mengkambinghitamkan kambingnya biar cepat dilihat, ada-ada saja.