“Kalau sedikit masuknya, ya tentu dapat (royalti) sedikit, income (pendapatan) bagi kita daerah, kalau timahnya banyak maka royalti juga naik,” tuturnya.

Ia menilai, kenaikan tarif royalti timah tersebut akan berpengaruh terhadap keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

“Kalau hanya tarif flat royalti 3 persen seperti yang saat ini, yang kita dapat hanya Rp30-40 miliar, tapi dengan progresif ini bisa jadi Rp60-70 miliar,” ujarnya.

Sebagai Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman juga mendukung Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani yang berniat menutup jaringan timah ilegal seperti penyelundupan.

“Itu akan menghambat pendapatan daerah, kalau bisa masuk ke dalam royalti daerah itu lumayan, artinya, semakin tinggi ekspornya, maka akan mempengaruhi pendapatan daerah,” imbuhnya.

Baca Juga  697 Pekerja di Bateng Di-PHK, DPMPTK Salurkan Bantuan Wirausaha Rp5-15 Juta