Oleh: Putri Simba

Ibu Kartini…
Di balik senyumanmu tersimpan luka
Surat-suratmu menjerit…
Langit menjadi saksi bahwa perempuan mengukir mimpi,
Di antara batas dan belenggu

Engkau lahir bukan untuk tunduk, tapi dipaksa menunduk,
Dinding adat menjadi langit-langit mimpi yang tak bisa kaucapai.
Engkau menulis dengan girah, berteriak lewat pena,
Karena mulutmu dilarang berkata apa yang tak disukai dunia.

Kami ucap namamu dari tahun ke tahun
Tetapi tidak tahu sakitnya jadi engkau Ibu Kartini…
Mungkin perjuanganmu belum kami teruskan, namamu masih terpenjara, Ibu …

Baca Juga  Sajak Kematian