Pendekatan ini mencakup pengelolaan air hujan, penyediaan air bersih secara efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta adaptasi terhadap variabilitas iklim. Dalam kondisi hujan lebat atau saat terjadi limpahan air, sistem kota telah dirancang sedemikian rupa agar aliran air tidak menimbulkan bencana bagi warga.

Gagasan ini mencerminkan upaya adaptasi manusia terhadap dinamika alam, sehingga fenomena seperti hujan deras atau pasang laut tidak lagi dianggap sebagai penyebab utama masalah. Perspektif ini menjadi fondasi penting bagi solusi konkret dalam menghadapi banjir secara efektif.

“Smart Drainage System”

Smart Drainage System merupakan inovasi yang dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep kota cerdas. Dalam penerapannya, dibutuhkan pendekatan yang memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengevaluasi serta memperbaiki jaringan drainase yang sudah ada.

Baca Juga  Mengenal Pantang Larang (1)

Teknologi ini memungkinkan optimalisasi pekerjaan dengan meminimalkan kebutuhan survei lapangan secara langsung, sehingga efisiensi kerja dapat ditingkatkan.

SIG juga berguna dalam merancang peta risiko banjir menggunakan berbagai perangkat lunak pendukung, seperti flooding map, yang bermanfaat dalam upaya mitigasi, seperti penempatan tanda peringatan dan jalur evakuasi bagi tim penyelamat.

Dalam tahap perencanaan dan pengembangan lebih lanjut, peran Internet of Things (IoT) menjadi sangat penting. Sistem smart drainage berbasis IoT dapat digunakan sebagai alat deteksi dini dengan bantuan sensor aliran dan sensor ultrasonik yang dipasang di saluran drainase.

Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dini terhadap kebocoran atau luapan air. Apabila ditemukan masalah, sistem secara otomatis akan mengirimkan notifikasi melalui aplikasi mobile kepada pihak berwenang, lalu diteruskan ke masyarakat.

Baca Juga  Gelar Reses Bersama, DPRD Babel Dapil Pangkalpinang Serap Aspirasi, Dengar Kritikan Guru dan Kepala Sekolah

Upaya Penanganan Banjir oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang

Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas PUPR Kota Pangkalpinang telah menginisiasi program perubahan yang berjudul Strategi dan Implementasi Pengendalian Banjir dan Air Genangan Secara Terpadu atau lebih dikenal dengan sebutan “SIMPLE BANGET”.

Program Simple Banget bertujuan menciptakan solusi komprehensif dan terintegrasi bagi pengendalian banjir di wilayah Pangkalpinang. Tujuan dari program ini adalah untuk merumuskan strategi kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bangka Belitung, Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas PUPR Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah melalui kegiatan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan pada Bulan Oktober 2024 yang lalu.

Baca Juga  Banjir Melanda Parittiga, Sejumlah Ruas Jalan Raya Digenangi Air

Diharapkan program Simple Banget dirancang tidak hanya untuk menangani masalah banjir secara lokal, tetapi juga melalui pendekatan lintas kabupaten dan provinsi.

Penulis merupakan Ahli Madya Perencana Kota