Nahkoda Kapal Ngaku Sudah 2 Kali Selundupkan Timah dari Mentok, Segini Upahnya
“Upahnya, saya selaku nakhoda 14 juta, kalau ABK rata-rata 7 juta. Kapal dari Dabo (disiapkan oleh bos) iya cuma bawa. Bos AY, nggak kenal kami melalui pengurusnya lagi pak SM. Yang kami tahu cuma seperti itu bang, kurang lebihnya,” ungkap SL.
Lebih lanjut, ia mengaku sudah dua kali melakukan kegiatan serupa di Kota Mentok. Aktivitas penyelundupan yang pertama dilaksanakan pada bulan suci Ramadan 1446 H, beberapa hari sebelum lebaran kemarin. Saat itu, 8 ton pasir timah berhasil lolos.
“Dua kali sama ini, pertama sudah lepas, ditempat dan titik kordinat yang sama, yang pertama 8 ton, yang ini pas kena (tangkap) baru diisi 5 ton isi kapalnya. Trip pertamanya ke Batam juga,” tambah SL.
Hal serupa disampaikan oleh Kapolres Babar, AKBP Pradana Aditya Nugraha. Ia membenarkan aksi penyelundupan sudah pernah terjadi sebelumnya tapi luput dari pantauan petugas. Saat ini, pemilik timah tersebut masih terus dilakukan pengejaran oleh petugas.
“Ini sudah kedua kalinya, sebelumnya mereka melakukan penyelundupan sebelum lebaran Idulfitri. Kami masih melakukan pencarian, informasi untuk identitas pemilik masih diselidiki lebih lanjut. Indikasi (kemungkinan) pelaku lainnya, tim masih bekerja,” ungkapnya.
