Melepas Tradisi Lama: Upaya Mengembangkan Potensi Siswa di Era Modern Tanpa Ujian Praktik Nikah
Keuntungan dari penerapan teori humanistik dalam pengembangan potensi siswa akan membantu mereka mengenali identitas mereka dengan lebih baik, memahami bakat dan minat, mengidentifikasi potensi yang dimiliki, dan menyadari kelebihan serta kelemahan mereka agar lebih siap untuk menghadapi jenjang berikutnya. Selain itu, teori ini juga mengajarkan siswa untuk menjadi kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab atas pilihan mereka.
Lebih jauh, dalam implementasi teori humanistik ini, tidak hanya siswa yang terlibat, tetapi juga guru, kepala sekolah, konselor, dan orang tua memiliki peran penting. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membantu siswa mengeksplorasi potensi mereka.
Kepala sekolah diharapkan dapat mendorong kebijakan yang mendukung hasil belajar siswa. Konselor akan memberikan dukungan emosional serta bimbingan karier ke depannya.
Di sisi lain, orang tua perlu belajar mengikuti perkembangan zaman dan memberi anak-anak mereka hak untuk memilih serta mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Jikalaupun ujian praktik pernikahan tetap diteruskan untuk mengajarkan siswa mengenai konsep pernikahan, sebaiknya ini tidak dilakukan dengan berlebihan.
Tidak perlu untuk menyewa dekorasi, gaun pengantin, dan sebagainya. Cukup dilaksanakan di sekolah dengan sederhana, dan nantinya guru dapat menjelaskan apa yang perlu diucapkan saat ijab qobul, apa yang perlu dilakukan sebelum pernikahan, serta apa saja yang perlu dipersiapkan, baik itu dari segi finansial, fisik, mental, dan lain-lain.
Pendekatan ini jauh lebih sesuai dibandingkan dengan acara yang terlalu mewah. Karena, hal tersebut tidak mencerminkan karakter seorang pelajar.
Pendidikan di Indonesia perlu bertransformasi menuju penghargaan terhadap keunikan, kemandirian, dan kebebasan siswa dalam menentukan arah hidup mereka.
Oleh karena itu, menghilangkan tradisi ujian praktik pernikahan di setiap lembaga pendidikan merupakan opsi yang lebih baik untuk memberi kesempatan kepada siswa agar lebih berkonsentrasi pada pengembangan bakat yang ada dalam diri mereka.
Dengan menerapkan teori humanistik, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif, mendukung, dan memberdayakan siswa untuk menggapai potensi diri mereka.
Konsep humanistik yang diungkapkan oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar siswa sebelum mereka dapat merealisasikan kemampuan penuh mereka. Teori ini membantu siswa dalam mengenali potensi yang dimiliki serta memahami kekuatan dan kelemahan yang ada dalam diri mereka.
REFERENSI
Nidi. Viral Siswa SMA Lakukan Ujian Praktik Nikah, Netizen Bandingkan dengan Sekolah di Luar Negeri. Abatanews.com, 26 April 2025. https://abatanews.com/viral-siswa-sma-lakukan-ujian-praktik-nikah netizen-bandingkan-dengan-sekolah-di-luar-negeri/
Saputri, Sela. (2022). Pentingnya Menerapkan Teori Belajar Humanistik dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Jenjang Sekolah Dasar. Journal of Basic Education, Volume 3 Nomor 1.
