Pembenahan infrastruktur harus seiring dengan peningkatan kualitas SDM dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Selain itu budaya masyarakat yang masih menganggap pendidikan bukanlah prioritas, terutama untuk anak perempuan.

“Masih banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah karena cepat menikah bahkan ikut menambang. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga mindset masyarakat, maka harus ada upaya masif untuk mengubah cara pandang ini,” ujarnya.

Oleh karena itu dirinya mengajak para Kepala Desa, tokoh masyarakat dan peran keluarga untuk lebih aktif memberikan edukasi pentingnya pendidikan kepada anak-anak. Peran keluarga sangat vital dalam mendorong anak agar tidak berhenti di jenjang dasar, melainkan bisa melanjutkan hingga setinggi-tingginya.

Baca Juga  Kurir Narkoba di Desa Beluluk Diciduk, Polisi Temukan 10,18 Gram Sabu

Menurutnya pendidikan adalah hak dan kita semua bertanggung jawab menjaganya seperti tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025, ‘Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua’.

“Ini bukan hanya slogan, tapi ajakan nyata untuk bergerak bersama membangun pendidikan yang merata dan berkualitas,” tutupnya.**