Sidak ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat agar tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, Bank Indonesia juga turut mendukung penyelenggaraan Operasi Pasar dan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang diorkestrasi oleh Pemerintah Provinsi.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus melakukan pemantauan perkembangan harga secara harian melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat dimanfaatkan dalam memonitor perkembangan harga pangan secara realtime.

Pada kerangka ketersediaan pasokan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Hingga bulan April 2025, setidaknya telah dilaksanakan kegiatan operasi pasar sebanyak 64 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung, baik yang diorkestrasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, inisiatif dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota maupun kegiatan operasi pasar yang merupakan arahan dari Badan Pangan Nasional yang berlokasi di Kantor PT Pos Indonesia di Bangka Belitung.

Baca Juga  Ara Aryanda dan M Al-Jabbar Terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Isba Jogja

Bank Indonesia senantiasa mendukung kegiatan operasi pasar dengan memfasilitasi distribusi pangan bagi distributor sehingga bahan pokok yang dijual di kegiatan operasi pasar lebih murah dibandingkan harga pasar.

Melalui dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan operasi pasar murah menjadi lebih optimal dan memberikan manfaat secara meluas bagi masyarakat.

Selain itu, gerakan pangan murah (GPM) juga telah dilaksanakan setidaknya sebanyak 13 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung, baik yang diorkestrasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun inisiatif dari masing-masing Pemerintah Daerah.

Bank Indonesia juga turut memfasilitasi penyelenggaraan GPM tersebut.

TPID juga terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai inisiatif kegiatan antara lain penanaman padi di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah yang ditargetkan akan dilakukan penanaman sebanyak 3 (tiga) kali selama satu tahun.

Baca Juga  Politisi PAN Nasril Bahar Sebut Babel Penghasil Timah Terbesar tetapi Provinsi Termiskin di Indonesia

Adapun total luas lahan yang akan ditanam oleh para petani yang tergabung di dalam kelompok tani pacir jaya mencapai 66 hektar dengan target waktu tanam pada bulan Mei hingga Juni.

Selanjutnya, target produktivitas padi yang diharapkan yaitu sebesar 5,3 ton per hektar. Di sisi lain, dalam rangka mendukung ketahanan pangan, telah dilakukan penyerapan gabah/beras oleh Bulog Cabang Bangka sebanyak 1.033 ton gabah dan 552 ton setara beras dari hasil panen di Desa Rias, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

Dari sisi kelancaran distribusi, Bank Indonesia juga turut memfasilitasi distribusi pangan. Selama periode Januari s.d April 2025, Bank Indonesia telah memberikan fasilitasi distribusi pangan pada 11 (sebelas) kali penyelenggaraan operasi pasar yang diorkestrasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selanjutnya, Bank Indonesia juga memfasilitasi pengiriman daging sapi beku sebanyak 17,5 ton dari Jakarta ke Belitung Timur sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koperasi Pengendali Inflasi Daerah dan Perum Bulog Kantor Cabang Belitung.

Baca Juga  Panwascam Taman Sari Ajak Masyarakat Cegah Kecurangan pada Pemilu 2024

Dalam rangka implementasi komunikasi yang efektif, selama periode Januari s.d April 2025, telah dilaksanakan sebanyak 8 (delapan) kali pertemuan High Level Meeting (HLM) TPID yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Daerah.

Selain itu, upaya pengendalian ekspektasi masyarakat juga dilakukan oleh TPID melalui komunikasi di media cetak, radio dan baliho milik Pemerintah Daerah.

Rommy menyampaikan bahwa meskipun capaian inflasi saat ini menunjukkan tren positif, masih terdapat tantangan ke depan. Diperlukan kolaborasi erat antara TPID, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat agar inflasi tetap terjaga dalam sasaran nasional.

Dengan sinergi yang kuat, Bangka Belitung optimistis dapat mencapai inflasi yang rendah dan stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.*