Oleh: Khoiri Adinata – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Berita tentang perubahan iklim, sering kali dianggap sebagai permasalahan global saja, padahal dampak dari perubahan iklim sangat terasa untuk lingkungan sekitar kita.

Di beberapa wilayah yang mengalami cuaca ekstrem, telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Namun, di balik fenomena ini ada satu sektor yang belum banyak dilibatkan dalam solusi sektor keuangan lokal.

Padahal, transisi keuangan yang lebih baik di tingkat komunitas bisa mendorong perubahan yang relevan dan berkelanjutan.

Di berbagai wilayah, lembaga lembaga keuangan seperti BPR, Koperasi, dan juga mikro keuangan memiliki peran yang penting dalam pembangunan ekonomi.

Mereka sering kali mendanai UMKM, Petani lokal, dan proyek infrastruktur. Jika lembaga lembaga ini mulai menerapkan prinsip berkelanjutan seperti memberikan insentif pembiayaan untuk kegiatan ramah lingkungan, maka arah pembangunan daerah pun bisa lebih selaras dengan pemeliharaan alam.

Baca Juga  Gerakan Hidup Minimalis untuk Pelestarian Lingkungan dan Kesederhanaan

Tapi, hingga kini masih sedikit lembaga keuangan yang berada pada tingkat lokal mempertimbangkan aspek lingkungan dalam pengambilan keputusan.

Sebagian besar pinjaman atau pembiayaan diberikan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar, seperti penggunaan pupuk kimia berlebih, limbah produksi, atau konversi lahan hijau. Hal ini bisa menguntungkan dalam jangka pendek, tapi dapat merusak sumber daya alam yang dimana hal ini dapat menopang ekonomi masyarakat.