Di situasi lain, ada banyak potensi usaha yang belum tersentuh pembiayaan. Contohnya, bisnis pengelolaan sampah organik, energi surya, atau pertanian organik.

Sayangnya, banyak dari mereka kesulitan mengakses modal karena dianggap belum bankable atau beresiko tinggi. Padahal, dengan memahami hal ini, usaha usaha bisa berkembang dan juga berkontribusi terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, perlunya kesadaran bersama bahwa, transisi keuangan yang membaik bukan hanya masalah dari pemerintah pusat atau bank, namun juga dapat diselesaikan oleh kita.

Pemerintah daerah dan lembaga keuangan bisa saja membuat kebijakan yang dapat mendorong praktik ramah lingkungan. Seperti bunga pinjam lebih rendah untuk usaha petani organik.

Selain itu, masyarakat pun punya peran yang penting. Kita bisa memilih untuk mendukung produk lokal kita yang dicap sebagai ramah lingkungan, atau menabung di koperasi yang memiliki misi berkelanjutan. Partisipasi aktif dari warga akan mempercepat perubahan dari yang terendah.

Baca Juga  Bagaimana Lingkaran Informasi Dapat Mempersempit Wawasan dan Mengancam Diskursus Publik

Pendidikan juga memegang kunci penting dalam hal itu. Misalnya kampus, sekolah dan komunitas bisa saja menjadi tempat yang dapat membangun kesadaran masyarakat akan keuangan hijau di tingkat lokal. Misalnya untuk Mahasiswa, bisa menggagas program investasi hijau berbasis komunitas.

Transisi keuangan menuju ekonomi yang lebih baik tidak harus dimulai dari pemerintah, malahan dari lingkungan kita, kita bisa jadi fondasi untuk pemerintah, ketika lembaga keuangan lokal mulai peduli terhadap dampak lingkungan dan masyarakat lokal mulai berusaha untuk menjaga kelestarian alam, maka perubahan besar bisa tumbuh dengan sempurna .