“Kali ini kita mengajak Bunda-bunda PAUD yang ada di Bangka Tengah untuk ikut terlibat karena sekarang sudah sistem pembelajaran inklusi, termasuk di PAUD juga ada anak-anak yang berkebutuhan khusus,” sambungnya.

Melalui pelatihan dasar bahasa isyarat ini, Eva ingin para pendidik memiliki bekal pengetahuan awal dalam menangani ABK di lingkungan lembaga masing-masing. Dirinya juga berharap akan ada kegiatan lanjutan lainnya berkaitan dengan hal ini.

“Tadi kita sudah belajar dengan Ibu Indah, guru dari SLB Koba dan kita berharap akan ada kegiatan lain juga, yang mana intinya kita ingin membantu para guru PAUD, agar bisa membantu juga anak-anak ABK di sekolahnya masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga  Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Nibung, Wabup Efrianda Langsung Turun Bantu Korban

Selaku penggagas acara, Plt. Kepala Dindik Bateng, Pangihutan Sihombing, mengatakan, bahwa dengan adanya workshop bahasa isyarat ini diharapkan guru-guru PAUD nanti akan memiliki kompetensi dasar dalam menangani anak-anak ABK yang ada di sekolah-sekolah.

“Setelah mengikuti workshop, para guru PAUD ini dapat menyampaikan kembali kepada teman-teman dan masyarakat yang ada di sekitar sekolah terkait dengan penggunaan-penggunaan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan anak-anak ataupun masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam berbicara,” terang Sihombing.

Dirinya menyebutkan, Dindik nantinya akan membuat sebuah pelatihan untuk mendukung hal ini.

“Oleh karena itu, kedepannya guru-guru TK, SD, dan SMP akan kita coba cari cara bagaimana melatih mereka untuk memiliki kompetensi dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Bangka Tengah,” tandasnya.

Baca Juga  Dindik Bateng Gelar Pelatihan Talenta Berprestasi bagi Guru Olahraga dan Seni