Serian Keluarga Ummi: Mi, Coba Ngusul Bantuan Rumah?
Oleh: Ummi Sulis
Adek mulai ikut jejak Abang Avicenna, kelas 5 SD sudah dititipkan di Yayasan Rumah Qur’an di Bangka Tengah. Jadi, kalau pagi Adek bersekolah di SD STANIA Koba, kalau pulang sekolah, pulangnya ke rumah Tahfiz.
Di rumah Tahfiz, Adek tinggal dengan Ustaz, sebab anak-anak santri kalong (gelar untuk yang ngaji saja, tanpa mondok), mereka tidak menginap. Hanya mengaji, terus pulang. Sedangkan Adek dititipkan Ummi tinggal bersama ustaz. Alhamdulillah mau, walau sendiri.
Sudah 6 bulan Adek tidak tinggal di rumah, sepi sekali. Liburan semester 1 pun tiba. Ummi dan Abi bersuka cita menjemput kepulangan Adek. Yang lain tidak pulang, karena liburan semester 1 di pondok biasanya tidak ada waktu libur. Maka, jadilah hari itu Adek pulang sendiri.
“Akhirnya pulang,” semringah Adek menyambut kedatangan Ummi.
“Kangen kampung ya, Dek?” tanya Abi.
“Bukan, kangen Emak Pengasuh.” Adek menjawab sambil memasukkan barang-barang yang akan dibawa pulang, sepertinya pakaian kotor.
“Woo, malahan.” Abi menimpali sambil memasukkan barang bawaan ke mobil.
“Kira-kira sudah berubah belom, ya, di sekitar rumah?” tanya Adek.
“Sudah, Dek, cobalah nanti ditengok, pastilah komen tentang RT kita. Rata-rata udah berbeda keadaannya.” Ummi menimpali percakapan dua berayah.
“Bagaimana sekolah sama ngajinya?” tanya Abi di sela menyetir mobil.
“Begitulah, ada suka, ada sedih. Tapi kata Ummi, kan kita disuruh bersabar, suruh latihan jauh dari Ummi, biar nanti terbiasa mondoknya.” Adek menjawab sambil makan jajanan yang dibeli di pinggir jalan tadi.
“Semoga betah, berkah, dan bermanfaat,” doa Ummi.
Tanpa terasa perjalanan pulang telah memasuki desa kelahiran Adek. Tampak sekali raut wajah heran bercampur kagum yang memunculkan kerutan di keningnya. Sudah seperti orang tua saja.
“Napa kok, bingung?” Ummi bertanya ikutan bingung.
“Wah, gak nyangka, enam bulan ditinggal, RT kita udah berubah, rumah papan sudah berganti batako, bahkan bagusnya melebihi rumah kita, Mi,” jawab Adek kagum. Terlihat matanya memandang ke kiri dan kanan sambil berdecak.
