Penumpang Gelap Kembali Garap DAS Selindung Bangka Barat
“Betul bang, ini sudah dua kali mereka yang tidak memiliki SPK bekerja di DAS Selindung. Kemarin sudah ditertibkan, ini berulah lagi, ada 5 ponton masuk bekerja di DAS,” ujar salah seorang warga sekitar, Abe saat dikonfirmasi pada Rabu (14/5/2025) pagi.
Dia menyebut, lokasi DAS yang menjadi tempat para penumpang gelap ini beroperasi hanya berjarak 15 meter saja dengan mereka yang bekerja dengan legal. Menurut dia, hal ini tentu tidak adil mengingat penumpang gelap tak menyetor timah ke PT Timah Tbk.
“Kalau ini dibiarkan, ini akan membuat yang lain ikut-ikutan. Walaupun baru 2 hari, 5 unit ini bekerja. Tidak adil dong, mereka tidak menyetor timah ke PT Timah Tbk, bisa jual ke pasar bebas dengan harga yang lebih tinggi. Yang lain juga bisa ikut kalau gini,” katanya.
Sementara, Katman, warga lainnya juga menyoroti aktivitas tersebut. Menurut dia, dari 5 unit ponton yang bekerja itu muncul nama seseorang berinisial TP. Ia merupakan warga lokal yang membawahi beberapa unit ponton untuk bekerja di DAS Selindung.
“Kalau dari informasi yang saya dapat itu punya TP, cuma ada nama lain yang saya belum tahu. Kabarnya ini tidak hanya 5 ponton jenis tower yang mau masuk, bahkan bertambah. Makanya ini harus ditertibkan, kalau tidak, maka situasi di sini akan kisruh,” jelasnya.
