Oleh: Steki Arjuna — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Fintech Tidak Lagi Milik Kota Besar

Perkembangan teknologi finansial atau fintech tidak lagi menjadi dominasi kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Kini, wilayah-wilayah di luar pusat ekonomi nasional mulai menunjukkan potensi yang tak kalah menarik, salah satunya adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Meski skalanya masih relatif kecil, geliat pertumbuhan startup fintech di Babel patut diapresiasi sebagai langkah awal menuju transformasi ekonomi digital yang lebih inklusif dan merata di Indonesia.

Peran Pendidikan dalam Ekosistem Fintech

Salah satu fondasi penting dalam mendorong ekosistem fintech di Babel adalah keterlibatan institusi pendidikan, terutama Universitas Bangka Belitung (UBB), yang sejak Juli 2022 telah membuka Program Studi Bisnis Digital.

Baca Juga  Optimalkan Penerimaan Daerah dan Kinerja APBD melalui Elektronifikasi Transaksi Pemda

Langkah ini sangat strategis, karena menciptakan talenta-talenta lokal yang siap berkontribusi dalam industri digital, khususnya di bidang fintech, digital marketing, dan kewirausahaan berbasis teknologi. Investasi pada pengembangan SDM lokal seperti ini menjadi kunci untuk memutus ketergantungan terhadap sumber daya dari luar daerah dan membangun kemandirian ekonomi digital Babel dari dalam.

Riset Akademik Menyumbang Pemahaman Mendalam

Selain pendidikan formal, riset dan kajian akademik dari kampus juga telah ikut menyumbang pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika fintech di daerah ini. Misalnya, riset Karmawan dari UBB yang mengkaji model bisnis fintech seperti crowdfunding, microfinancing, peer-to-peer lending, dan sistem pembayaran digital yang mulai muncul di Babel.

Baca Juga  Urgensi Peranan Hukum Perdata dalam Korelasi Kehidupan Bisnis