Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandi mengatakan ada 23 sanggar seni yang ikut memeriahkan festival seni dan budaya melayu yang digelar pada 23-24 Mei 2025 ini.

“Antusias peserta luar biasa karena kami mengundang semua Sanggar. Ada 40 lebih sanggar seni di Kota Pangkalpinang ini, namun tergantung kesiapan mereka apakah siap tampil atau tidak karena mereka punya visi yang sama yakni untuk melestarikan kebudayaan dan kesenian,” ujarnya.

Menurutnya festival ini bagian implementasi aktualisasi setelah kemarin ada khataman Al-Qur’an oleh 400 peserta dan lomba merangkai telur khataman yang di ikuti puluhan SD se-Kota Pangkalpinang untuk kembaki menghidupkan kebudayaan melayu agar tetap lestari sehingga Anak-anak muda peduli dan timbul rasa mencintai budaya melayu.

Baca Juga  Pemkot Pangkalpinang Bakal Terapkan Sistem Digitalisasi Untuk Cuti Pegawai

“Kemarin kita menggelar khatam Al-quran dan lomba merangkai telur, hari ini ada pertunjukan seni dan besok ada kegiatan melukis Anak TK dengan tema melayu. Semua kegiatan kita kolaborasi dengan pihak sponsor agar saling bersinergi karena anggaran kita terbatas, Rp 100 juta hanya untuk 4 kegiatan. Meski begitu insyaallah ini jadi kegiatan rutin kita,” tutup Erwandi.*