Kulong itu biasa juga digunakan untuk mencuci pakaian oleh ibu ibu warga setempat.

Waktu berganti hingga pukul 02.00 pagi saat seorang warga mengarahkan senter ke aliran air yang mengarah kan ke hilir kolong.

Terlihat jelas jasad Iwan sudah mengapung di antara akar akar kayu mata Kelik (kayu yang biasa di gunakan untuk membuat atap).

Dengan sigap dibantu beberapa warga langsung mengangkat tubuh mungil Iwan yang kini sudah tak bernyawa.

Teriak histeris sang ibu malam itu tak dapat dibendung setelah melihat jasad Iwan yang pucat pasi dengan sekujur tubuh di penuhi bekas bekas lumpur dan lebam di beberapa titik bagian tubuh anak nya.

Baca Juga  Misteri Sebuah Lukisan

“Iwan…,” teriang sang ibu menaring sekencang-kencangnya.

Sementara Sang ayah terkulai lemas menatap jasad mungil yg kini kaku membisu di hadapannya dengan menahan sesak.

Tanpa bisa bicara sepatah kata dan sorot mata hampa di genangi air mata duka dengan masih memeluk baju yang sempat Iwan buka sebelum mandi bersama teman temannya.

Sementara Sanak family serta kerabat terus berdatangan memberikan ucapan bela sungkawa atas kepergian sang bocah Iwan ke pangkuan ilahi.

Segala sesuatu adalah kehendak-Nya semata serta tiada daya dan upaya kecuali atas izin-Nya.

Buyut adalah sebuah nama penghuni alam gaib yang bermukim di air serta wujud yang sesungguhnya sampai dengan detik ini belum bisa digambarkan oleh siapa pun…

Baca Juga  Tersesat di Makam Keramat

Entah siapa yang pertama kali memberi nama kepada penghuni alam gaib yang bermukim di air tersebut hingga ketika ada seseorang yang tenggelam sudah tentu yang di salahkan buyut.

Apakah ini mitos yang memang sudah diwaris kan nenek moyang warga setempat atau kah fakta.

Hanya Allah yang maha tahu atas segala sesuatu yang gaib.

Walahualam bissawaf semoga anak cucu kita bisa lebih bijaksana dalam mewarisi hal hal yang belum tentu nyata ada nya.

Wasalam, Yoelch.