Karya: Yoelchaidir

Suasana malam diiringi gerimis tak menyurutkan langkah kaki para warga mengarungi pinggir pinggir kulong yang berlokasi di wilayah Toboali Bangka Selatan.

Kulong Ringeng adalah salah satu kulong bekas galian tambang timah pada masa kejayaan perusahaan BUMN.

Jelang tengah malam keberadaan Iwan seorang bocah berusia 9 tahun belum juga ditemukan.

Hampir seharian Iwan yang ditinggalkan kawan kawannya setelah tenggelam dan mendadak hilang jejak.

Dengan rasa ketakutan dari raut wajah para bocah itu, mereka melaporkan kejadian sore itu kepada orang tua Iwan.

“Iwan tenggelam Bu..” teriak temannya ketakutan.

“Iya Bu, kita tidak begitu memperhatikan bagaimana Iwan hilang di kulong,” tambah bocah satunya.

Baca Juga  Seperempat Abad

Kejadian yang begitu spontan dan cepat, Iwan yang yang sore itu hanya mengenakan celana pendek tanpa baju tiba tiba tenggelam.

Ia tak muncul lagi ke permukaan hingga malam menjelang.

Kedua orang tua Iwan hanya bisa pasrah Mereka berharap anak semata wayang utu bisa ditemukan.

Sudah beberapa kali kolong Ringeng memakan korban jiwa anak anak yang sering mandi.

Dan itu pun setelah seharian jasad korban baru mengapung di atas air dengan bantuan dukun kampung sebagai kuncen wilayah itu melakukan ritual tabur garam dan mantra mantra.

Kuncen berharap penunggu kulong ringeng yang biasa disebut buyut (hantu air) oleh masyarakat setempat dapat melepaskan korban hidup atau mati.

Baca Juga  Tulisan dan Nada

Namun jarang sekali jika ada yang tenggelam bakal selamat.

Kedua orang tua Iwan telah sering mengingatkan agar Iwan jangan mandi di Kolong Ringeng tersebut namun namanya juga anak anak yang memang sering ikut ikutan dengan teman temannya.

Hari itu tanpa diketahui oleh ayah dan ibunya,Iwan memaksa kan diri untuk mandi di Lulong Ringeng.