Oleh: Ayu Lestari Dkk – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Dalam dunia agribisnis yang semakin kompetitif, pembiayaan menjadi faktor kunci dalam menentukan kelangsungan dan perkembangan usaha. Namun, tak sedikit perusahaan yang masih bergantung pada pola pembiayaan tradisional—bahkan ekstrem—yakni hanya dari satu sumber.

Hal inilah yang kami temui saat kunjungan lapangan ke PT. Agro Pratama Sejahtera (APS), anak perusahaan dari Top Glove Malaysia, produsen sarung tangan karet terbesar di dunia.

Sebagai perusahaan pemegang konsesi lahan seluas ±30.000 hektar di Bangka Belitung, PT APS memiliki tanggung jawab dan potensi besar untuk mengembangkan sektor kehutanan dan perkebunan secara berkelanjutan.

Namun, berdasarkan observasi kami, seluruh pembiayaan perusahaan ini bersumber dari satu investor tunggal asal Malaysia.

Baca Juga  Gugurnya Gugatan di Peradilan Agama: Beban Biaya yang Menghalangi Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu

Tidak ada keterlibatan perbankan nasional, tidak ada hibah pemerintah, dan tidak ada skema kemitraan finansial dengan pihak ketiga. Dana diajukan setiap dua bulan melalui sistem internal dan langsung diproses oleh manajemen pusat.

Secara sepintas, sistem ini memang terlihat efisien. Tidak ada birokrasi rumit, tidak ada beban bunga pinjaman, dan proses pencairan relatif cepat.

Tapi di balik kemudahan itu, tersembunyi risiko laten yang cukup besar. Ketergantungan tinggi pada satu entitas pemodal menempatkan perusahaan dalam posisi yang rawan jika terjadi perubahan keputusan di tingkat investor, atau jika terjadi krisis ekonomi di negara asal modal.

Ketahanan agribisnis seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi pembiayaan. Dalam konteks global saat ini yang penuh ketidakpastian—mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga pasar, hingga risiko geopolitik—perusahaan agribisnis seharusnya membangun sistem keuangan yang lebih resilien dan terdiversifikasi.

Baca Juga  Save Raja Ampat! Gugat Kolonialisme Ekologis: Kembalikan Kedaulatan ke Tanah Papua