4 Unit KIP yang Beroperasi di Bembang Diduga jadi Penyebab Pendapatan Nelayan Airnyatoh Merosot

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Sudah hampir dua pekan terakhir, pendapatan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Airnyatoh, Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turun drastis.

Merosotnya hasil laut yang didapatkan oleh nelayan diduga akibat limbah dari aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP). Di mana, kapal isap yang menyebabkan pencemaran lingkungan itu beroperasi di perairan Bembang dan Batu Berlayar, Desa Sungaibuluh, Kecamatan Jebus.

KIP beroperasi di perairan Bembang dan Batu Berlayar, Desa Sungaibuluh, Kecamatan Jebus. (Foto Devi Dwi Putra)

Lantaran arah arus air laut bergerak ke Airnyatoh dari perairan Sungaibuluh, endapan lumpur inilah yang membuat pendapatan nelayan berkurang jauh. Terlebih, kapal isap yang beroperasi di perairan Bembang dalam kurun waktu 1 bukan terakhir sekitar 3 unit.

Baca Juga  Hidayat Arsani: Hubungan Saya dengan Wagub Baik-Baik Saja tapi Kalau Tidak Puas Silakan Gugat

Sementara 1 unit lagi beroperasi tidak jauh dari Batubelayar. Ketua Koperasi Produsen Persatuan Nelayan Airnyatoh Asbaru mengaku, kondisi laut saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kondisi ini terjadi dia duga sejak beberapa unit kapal isap beroperasi di Sungaibuluh.

“Setahu kami kapal isap yang berada di perairan Bembang, Desa Sungaibuluh, Kecamatan Jebus itu sudah beroperasi sekitar satu sampai dua minggu lebih. Sejak ada kapal isap itu, limbah atau endapan lumpur masuk ke perairan kita,” ujarnya, Senin (2/6/2025) pagi.

“Sejak saat itu pula, hasil tangkap kami para nelayan jelas berkurang. Lumayan merosot dari sebelumnya, sebelum ada aktivitas kapal isap di Bembang itu,” tambah dia saat dikonfirmasi di pesisir Pantai Desa Airnyatoh didampingi oleh belasan nelayan setempat.

Baca Juga  Selama Operasi Antik, Tim Hantu Amankan 271 gram Sabu Senilai Ratusan Juta Rupiah
Kelompok Nelayan Perempuan Rembe Desa Airnyatoh. (Foto Devi Dwi Putra)

Baba, sapaan akrabnya mengaku efek kehadiran kapal isap itu sangat besar. Air tidak hanya keruh, namun kondisi si lapangan terjadi sedimentasi yang luar biasa di sepanjang perairan Bembang, tempat kapal beroperasi. Lumpur yang dibawa arus air hanyut ke Airnyatoh.