Mimpi yang Tercetus
Penulis: Pak Mo
Mimpi ………. adalah refleksi jiwa yang terurai dari pikiran, perasaan dan alam bawah sada/untuk mengimplementasikan suatu keinginan yang akan diraih dalam suatu bingkai realita//
Turun hujan meneteskan air
Wadah diletakkan sampai terisi
hendaklah kita selalu berfikir
Merangkai kata berbait puisi
Orang menyebutnya Wangka, Monopin, Mayit-Dong, China Bato dan Banka.
Nama – nama itu telah lama mengukir berselimutkan kitab Nidessa sebagai saksi sejarah dan peradaban anak manusia.
Hiruk pikuk garis niaga telah membentang sepanjang malaka hingga pulau Bangka.
Pergumulan penguasaan perdagangan si pasir hitam telah mengusik banyak keinginan dari berbagai sekte Penguasa Nusantara hingga amtenar negeri nun jauh di ufuk barat.
Wangka……………., telah menebar daya pikat dan menjanjikan manisnya buah kehidupan.
Berabad jam berdenting dan belumlah usai meniti garis waktu.
Berabad lamanya timah telah menjadi barang yang diperebutkan.
Dan berabad lamanya lingkunganpun telah pula terabaikan.
Pekerja tambang hingar bingar bermunculan satu demi satu dari negeri di atas angin atas titah sang penguasa tanah seberang.
Menggaruk lembar demi lembar lapisan bumi anak negeri.
Seiring bergulir roda waktu Pulau Bangka telah menjadi objek eksploitasi alam dengan mengatas namakan pendapatan.
Gejolak dan geliat perburuan cuan pasir hitam sepertinya belum akan berakhir sampai ruang waktu yang tak pernah ditentu.
Puluhan tahun yang silam Berawal dari Tanjung Kelayang Belitung telah mencetuskan keinginan untuk meraih impian di alas berpijak rumah sendiri.
Perjuangan untuk mandiri telah pula merangkak dalam rentang waktu tiga generasi.
Keinginan tulus dan berkreasi bukan beralaskan rasa iri dan dengki yang tak berperih.
Terlepas dari serangkaian komando yang tiada bertepi.
Niat dan tekad berkolaborasi mewujudkan gagasan yang tak dapat dipungkiri Sebagai refleksi hati nurani yang murni untuk berdikari.
Teluk Kelabat nan indah mempesona membentang sejauh pikiran berangan.
Hari itu menyatuhlah perwakilan anak negeri.
Berduyun mengayun melangkah merekatkan semangat yang gigih.
Membulatkan cita dan rasa yang telah dipatri.
