Mimpi yang Tercetus
Menuju satu titik/rumah perwakilan anak negeri.
Mewadah di atas naungan penguasa samudra nan gagah berwibawa, mengapung dan sumeringah di atas bentangan permadani biru ujung utara Pulau Bangka.
Adalah……… Menitahkan diri sebagai saksi sejarah dalam pernak Pernik dan gesah perjuagan anak negeri, ASAK KAWAH GE PACAK.
Rasionalitas, pikiran, perasaan, gejolak hati, senda gurau, mimik bibir dan kepalan tangan, bersinergi kuat, semangat merekat atas keyakinan akan perwujudan dari sebuah mimpi yang membekas.
Deburan ombak putih bergulung membentur haluan siulan burung camar beriring bersahutan membersit bernada berirama.
Tiupan angin utara nan sejuk menggelora seolah melambaikan tangan dan mengucapkan………selamat berjuang anak negeri.
Segerahlah bersandar di pelabuhan harapan.
Sonngsonglah dan raihlah impian.
Tunjukkan katakan kepada mereka bahwa kalian dan kita semua mampu untuk berkreasi berimprovisasi mengurus rumah kita sendiri.
Wahai perwakilan anak negeri hari itu hari yang penuh penantian dalam pengharapan yang pasti.
Selasa 21 November tahun 2000 Masehi, Selasa Legi 23 Ruwah 1933 penanggalan Jawa, dan 23 Syakban 1421 Hijriyah, telah kalian hentakkan palu yang membentur di atas tatakan sakral nan lugas.
membahana…….
menggelegar…….
dan menggaung………
dalam ritme suara terbawa angin meluncur, melesat, bersambung hingga menggema di atas langit Bumi Sepintu Sedulang, kota Pangkalpinang dan negeri Batu Satam, sebagai simbol kepastian dari Mimpi yang Tercetus dari penerus sang Depati.
Menetes air mata kebahagian berselaraskan dengan kalimah Allahu Akbar……..Allahu Akbar………Allahu Akbar dan puji syukur bernukilkan panduan buku suci.
Lembaran kertas yang mengisyaratkan makna.
bait demi bait kalimat sakti.
telah digores dengan tinta suci.
yang melahirkan petisi.
Wahai Negeri Bangka Belitung, kalian telah dibaiat, untuk mengurus diri sendiri sebagai refleksi untuk membangun jati diri.
Bangka Belitung ………..Negeri nan elok berhamparan pasir putih.
Negeri bertaburan butiran ladah putih.
dan negeri yang menghasilkan timah putih.
Negeri Laskar Pelangi yang melebur dalam semboyan Serumpun Sebalai.
Teruslah mengukir bilik – bilik hati merentang waktu merenda hari
Membangun, mengembangkan potensi diri anak negeri untuk sesuatu yang lebih berarti.
