Riuh Seng Karat
Oleh: Azza Lestari
Seng karat itu bernyanyi lagi malam ini,
suaranya pecah resah
seperti kenangan dipaksa hidup kembali.
Angin mengaduk-aduk tubuhnya,
seperti seseorang yang mencari masa lalu
di laci-laci waktu yang telah kosong.
Riuhnya berhamburan dari atap ke langit,
menjelma kawanan burung besi
yang kehilangan arah pulang.
Halaman
