Ia menyampaikan estimasi pendapatan daerah mencapai Rp895 milyar, sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp929,9 milyar.

“Kemudian penerimaan pembiayaan dianggarkan Rp22,6 milyar yang berasal dari Silpa audited tahun 2024, sehingga kita defisit Rp34,9 milyar yang ditutup Silpa Rp22,6 milyar, jadi masih kurang Rp12,2 milyar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus mengatakan secara teknis, formulasi yang disampaikan pada RKUA perubahan APBD anggaran tahun ini, setidaknya memperhatikan asas efektivitas dan efisiensi dengan mempertimbangkan tingkat urgensitas program dan kegiatan yang diusulkan.

“Mudah-mudahan bulan Juli sudah nota kesepakatan antara Pemkab dan DPRD, sedangakan terkait defisit Rp12,2 milyar akan kembali kita lakukan penyesuaian,” imbuhnya.

Baca Juga  Jumpa Anggota DPR RI Babel Melati Erzaldi, Wabup Efrianda Sampaikan Keinginan Punya Lapas