Si Vulan bergumam  dengan hati yang gundah
Si Vulan merakit asa untuk membentuk bingkai dan dipilih
Si Vulan telah menjadi sosok yang berwibawa
Si Vulan merasa bangga dengan berselimutkan alih-alih

Si Vulan telah terlena
Akan janji yang telah tertera
Si Vulan selalu mengangkasa
Si Vulan pura-pura lupa
Memberikan bahagia yang tak lagi bermakna

Si Vulan telah mengingkari
Makna Ikhlas telah dikebiri
Di ujung bibir akan memberi
Di lubuk hati lain lagi

Si Vulan terus melenggang
Setelan yang pas melingkari pinggang
Di tempat duduk di ruangan yang terpampang
Si Vulan melambaikan tangan
Sampai jumpa lagi di kurun waktu mendatang

Baca Juga  2 Tahun Mengisi Halaman Pekan Sastra, Laudia Bukukan Puisinya dalam Jejak Angin di Halaman Waktu