2 Tahun Mengisi Halaman Pekan Sastra, Laudia Bukukan Puisinya dalam Jejak Angin di Halaman Waktu

Oleh: Dedy Irawan – Wartawan Timelines.id

Laudia Syahrah, mahasiswi Universitas Esa Unggul Jakarta asal Sungailiat akhirnya membukukan 117 puisi karyanya. Buku berjudul Jejak Angin di Halaman Waktu ini diterbitkan oleh Galuh Patria Jogjakarta.

Laudia yang biasa disapa Dira, merupakan salah satu peserta pelatihan menulis yang digelar PWI Bangka tahun 2022 lalu. Saat itu, kebetulan saya sebagai Ketua PWI Bangka Selatan diminta mengisi acara tersebut.

Pelatihan itu diikuti puluhan siswa SMA dari Kabupaten Bangka. Sama seperti narasumber lainnya dari PWI Babel, saya mengenalkan dasar jurnalistik ke para siswa.

Baca Juga  Pantun: Serumpun Sebalai, Negeri yang Cinta Damai

Namun di kesempatan itu, saya juga menyelipkan salah satu halaman unggulan Timelines.id yaitu Pekan Sastra. Artikel di Pekan Sastra hanya terbit pada Sabtu dan Minggu saja.

Isinya ada puisi, cerpen, pantun serta konten sastra lainnya. Ternyata para peserta kelas literasi itu, ada yang tertarik untuk mengisi halaman tersebut, salah satunya Laudia Syahrah.

Ia rutin mengirim puisinya setiap pekan. Mungkin sudah lebih dari 2 tahun Laudia mengisi halaman Pekan Sastra.

Bagi Laudia, menulis dan membaca adalah ruang tempat dirinya bertumbuh, sekaligus cara ia mengenali banyak dunia. Laut di bawah cahaya bulan menjadi tempatnya berdiam dan menemukan ketenangan.

Dari sana, Laudia belajar bahwa setiap keheningan pun dapat menyimpan makna. Ia menyebut menulis bukan sekadar hobi, melainkan perjalanan yang menuntun hati untuk terus meninggalkan jejak.

Baca Juga  Jabak

Dengan kata-kata, Dira berusaha merangkai kehidupan yang sederhana, jernih, dan abadi. Selain Laudia, sedikitnya ada 4 siswa dari puluhan peserta yang sering mengirim puisi dan cerpen di halaman Pekan Sastra Timelines.id

Sebut saja, Sheila Fiorencia Caroline, siswa SMKN 1 Sungailiat waktu itu. Hampir tiap pekan mengirim cerpennya. Siswi ini cukup berbakat menulis.