2 Tahun Mengisi Halaman Pekan Sastra, Laudia Bukukan Puisinya dalam Jejak Angin di Halaman Waktu
Gaya menulisnya mirip dengan penulis-penulis level nasional. Salah satu cerpen Sheila yang membuat saya cukup merinding membacanya berjudul “Duka Seorang Ibu, Tribute to Hafidzah”.
Cerpen ini menggambarkan tentang peristiwa pembunuhan seorang anak di bawah umur yang viral terjadi di Bangka Belitung. Bahkan Tim Mabes Polri pun turun untuk mengungkap kasus ini.
Puluhan cerpen Sheila akhirnya ia bukukan berjudul Tiga Menit Hening. Ada juga Nurul dan Aqila yang sering menulis cerpen dan puisi di halaman Pekan Sastra.
Ternyata siswa-siswi di Bangka Belitung sangat berbakat menulis. Pekan Sastra ini merupakan ruang berkarya bagi siapa saja yang ingin berkreasi khususnya di bidang sastra.
Puisi Laudia mendapat apresiasi para pembaca Timelines.id. Bahkan di antara mereka ada yang bilang, bukunya nanti saya tunggu.
Saya jadi teringat dengan Khoiriah Apriza dan Putri Rahmawati. Saya bertemu dengan kedua penulis muda asal Bangka Selatan ini sejak di bangku SMA di Kelas Literasi PWI.
Keduanya kini sudah duduk di bangku kuliah. Mereka sangat aktif menulis hingga membukukan karya-karyanya.
Buku Khoiriah Apriza yang berjudul Ayah, Aku Rindu dilaunching langsung oleh Bupati Basel Riza Herdavid. Sama dengan Putri Rahmawati asal SMAN 1 Simpang Rimba.
Kini Putri sudah menulis cerpen untuk buku ke-7. Dan yang paling salut, Putri menulis ribuan kata menjadi kalimat hanya menggunakan HP. Ia tidak punya laptop. Namun semangatnya yang membuat Putri bisa.
Sebagai editor halaman Pekan Sastra, saya merasa bersyukur dapat memberi ruang kepada penulis untuk mengekpresikan diri melalui tulisan. Setidaknya, saya sudah “memaksa” mereka untuk berliterasi (menulis dan membaca).
Karena bagi saya, menulis akan memaksa kita untuk membaca. Ketika kita hilang ide saat di depan laptop, maka yang kita lakukan adalah membuka literatur tentang tema yang tulis dan membacanya. Baru kemudian kita menulis lagi.
“Menulislah, karena kamu akan dipaksa untuk membaca. Salam literasi.”
