Penulis pelajar terus tumbuh. Pelajar SMPN 2 Toboali meluncur buku kumpulan cerpen Kupu-kupu Kertas yang diterbitkan Penerbit Galuh Patria Jogjakarta.

Demikian pula dengan pelajar SMPN 1 Pulau Besar yang meluncur buku antologi puisi yang berjudul Mimpi untuk Orang Tuaku”. yang diterbitkan tahun 2024 lalu yang melahirkan sembilan puluh enam (96) puisi yang ditulis oleh 67 pelajar SMPN 1 Pulau Besar.

Para pelajar dari SMAN 1 Payung dan SMAN 1 Toboali tidak mau ketinggalan pula.

Komunitas Literasi SMAN 1 Toboali meluncur buku kumpulan cerpen Berani Bermimpi, serta tiga buku dari pelajar dan warga SMAN 1 Payung yakni buku Pelita Krio Panting, berupa buku pantun, cerita rakyat dan biografi tokoh di Tanah Pering.

Baca Juga  Kisah Kris, Atlet Wushu Babel, Sumbang Perunggu meski Sepekan Terbaring di RS Pekanbaru

Dan yang teraktual, dua buku diluncurkan dari pelajar SMPN 1 dan 2 Toboali. Dua pelajar SMPN 2 Toboali meluncur buku cerita rakyat berbahasa daerah.

Sementara pelajar SMPN 1 Toboali meluncur buku antologi kumpulan cerpen yang ditulis para siswa-siswi yang menuntut ilmu di SMPN tertua di Bangka Selatan.

Workshop literasi dan publikasi yang digelar SMPN 2 Tukak Sadai hari ini tampaknya sebuah upaya untuk menyemai kembali bibit-bibit unggul dari SMPN 2 Tukak Sadai.

Di layar layar proyektor atau projector screen terpampang tulisan kutipan dari seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat.

“Guru biasa-biasa saja hanya bisa menceritakan. Guru yang baik mampu menjelaskan. Guru yang unggul mampu menunjukkan. Sementara guru yang hebat bisa memberikan inspirasi.” (William Arthur Ward)

Baca Juga  Dosen Sastra Jadi Pembicara di Workshop Literasi SMA Muhammadiyah Toboali