Perpustakaan Hebat
Oleh: Agustian Deny Aradiansyah, S.Pd., — Guru SMPN 2 Tukak Sadai
“Perpustakaan yang buruk membangun koleksi, perpustakaan yang baik membangun layanan, perpustakaan yang hebat membangun komunitas” (R.David Lankes)
Apa yang pertamakali kamu lihat ketika datang ke perpustakaan? Rak-rak buku yang berjajar, dinding-dinding yang datar atau petugas perpustakaan yang meminta untuk mengisi buku kunjungan?
Mungkin itulah suasana yang bisa saya gambarkan ketika masuk ke sebuah perpustakaan. Begitu-gitu saja, di mana-mana buku. Tidak ada yang wah, biasa-biasa saja.
Bahkan itulah yang membuat kita malas ke perpustakaan, malas karena begitu-gitu saja, tidak ada efek kejutnya.
Jika memang harus keperpustakaan mungkin karena ingin mengerjakan tugas, mencari buku referensi, numpang wifi gratis atau outing class.
Terlebih di era gempuran teknologi seperti saat ini. Perpustakaan bukan lagi satu-satunya gerbang dunia yang membuat kita menjadi tau segala hal.
Generasi Z dan Alpa lebih senang mencari informasi lewat youtube, IG, Tik-Tok, google atau ChatGPT daripada pergi ke perpustakaan.
Itulah adanya saat ini, kenyataan yang memang harus dihadapi oleh perpustakaan. Oleh karena itu perpustakaan harus menjadi perpustaakaan hebat.
Perpustakaan yang tidak hanya membangun koleksi buku dan memperbaiki layanan namun juga mampu menjebatani komunitas sehingga dapat menghidupkan kembali hingar bingar perpustakaan.
Hingar bingar yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang hidup untuk berdiskusi, belajar, healing, apresiasi seni, digital atau lainnya yang sesuai dengan perkembangan generasi sekarang.
Oleh karena itu agar perpustakaan terus dapat diminati dan dikunjungi perpustakaan harus dapat bertranformasi untuk menyesuaikan dirinya dengan generasi saat ini. Hal itu dapat dilakukan dengan cara.
Membuat Pojok NGOPI
Pojok NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) dapat diwujudkan perpustakaan dalam bentuk siniar (podcast). Agenda siniar (podcast) tersebut dapat dilakukan mingguan atau bulanan dengan memperbincangkan berbagai pokok bahasan.
Harapannya melalui pojok NGOPI bisa menjadi sarana untuk menebar virus literasi dan mengenalkan perpustakaan kepada generasi sekarang.
Lebih-lebih melalui pojok NGOPI juga dapat memberikan kesempatan bagi penggiat dan komunitas literasi untuk bersuara dan mengungkapkan harapannya tentang iklim literasi di daerahnya.
Membuat Ruang Komunitas
