Ia, antara Ada dan Tiada
Di ruang yang tak tersentuh cahaya, ia menetap tanpa nama
Di mana desir waktu pun enggan singgah
Ia bukan milik, bukan pula takdir
Hanya gema dari kemungkinan yang tak pernah lahir
Barangkali ia hanya bayang yang lupa lenyap
Jejaknya tak tertulis, namun tak pernah benar-benar hilang
Segala yang diam seolah menyimpan salam
Bagi nama yang hidup hanya dalam gema kemungkinan
Halaman
1 2
